Presiden AS Donald Trump akan memulai renovasi Lapangan Golf East Potomac di Hains Point, Washington DC pada September 2026 mendatang. Ia berambisi membuat lapangan golf itu menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Dikutip dari abc News, Trump berjanji akan merenovasi dan mendesain ulang lapangan tersebut dengan kerja sama publik-swasta. Lapangan itu bakal menjadi salah satu lapangan golf terbaik di dunia.
Ia sempat mengunjungi lapangan itu pada Minggu (28/6). Melalui media sosial, ia mengatakan sedang survei kondisi lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mempelajari lapangan golf yang bobrok, usang, dan sangat berbahaya serta ketinggalan zaman yang dikenal sebagai East Potomac Golf Links," kata Trump, dikutip dari abc News, Selasa (30/6/2026).
A U.S. Secret Service agent stands guard at a golf course at Hains Point as U.S. President Donald Trump's motorcade (not pictured) drives nearby, in Washington, D.C., U.S., June 28, 2026. REUTERS/Ken Cedeno Foto: REUTERS/Ken Cedeno |
"Di lokasi fantastis ini, dengan air dan pemandangan Monumen D.C. yang tak tertandingi, kami akan membangun salah satu Lapangan Golf Terbaik di Dunia yang, yang terpenting, juga akan tersedia untuk umum," tambahnya.
Trump mengatakan proyek renovasi itu akan dilakukan melalui Departemen Dalam Negeri dengan arsitek lapangan golf Tom Fazio yang mengawasi proyek tersebut. Ia memastikan lapangan baru akan menggunakan desain dengan standar yang tinggi.
"Dirancang dengan standar golf tertinggi, tetapi tetap memastikan masyarakat umum akan menyukainya," tuturnya.
Setelah selesai dibangun, lapangan golf tersebut akan mampu menjadi tuan rumah turnamen golf besar seperti U.S. Open, Ryder Cup, PGA Championship, dan acara-acara top PGA Tour lainnya.
Trump memutuskan untuk memulai renovasi meski diancam dengan konsekuensi serius dari hakim federal. Konsekuensi itu diberikan kalau melakukan renovasi tanpa mendapatkan persetujuan dan mengabarkan pengadilan lebih dulu.
"Saya akan mengatakannya sekali lagi, dan saya tidak menginginkan situasi di mana sesuatu telah terjadi dan kemudian saya diberitahu oleh pemerintah atau oleh sebuah yayasan atau oleh perusahaan yang melakukan penggusuran bahwa sudah terlambat untuk melakukan apa pun," kata Hakim Distrik AS Ana Reyes.
"Jika hal seperti itu terjadi ... akan ada konsekuensi serius," lanjutnya.
(dhw/das)











































