Cape Verde atau Tanjung Verde mempunyai sebuah kota yang menyimpan sejarah kelam kolonial Portugis dan perbudakan manusia. Kota itu bernama Cidade Velha, kini sudah menjadi situs warisan dunia.
Negara kepulauan Tanjung Verde berada di Samudra Atlantik. Lokasinya sekitar 600 km dari pantai benua Afrika.
Dilansir dari situs UNESCO, Sabtu (4/7/2026), Tanjung Verde ditemukan pada pertengahan 1400-an oleh penjelajah dari Genoa dan Portugal. Pulau ini semula tak berpenghuni hingga 1464 ketika orang Portugis menetap dan mendirikan ibu kota saat itu, Cidade Velha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cidade Velha semula dikenal sebagai Ribeira Grande. Namun nama itu berubah ketika menjadi pos kolonial Eropa pertama di daerah tropis pada akhir abad ke-18. Ribeira Grande merupakan kota pertama yang didirikan di kepulauan tersebut dan menjadi pelabuhan penting bagi kolonisasi Portugis dan administrasinya.
Cidade Velha Foto: Wikimedia/LeRoc |
Ribeira Grande de Santiago terletak di ujung selatan pulau Santiago, di kepulauan Cabo Verde. Kota ini memiliki luas sekitar 200 hektare.
Orang Portugis itu menggunakan Tanjung Verde sebagai jalur pelayaran keluar dari Afrika dan pusat perdagangan budak. Negara ini akhirnya memperoleh kemerdekaannya dari Portugal pada 1975.
Posisi pulau ini terisolasi tetapi dekat Afrika, menjadikannya tempat penting untuk perdagangan budak. Tempat itu menjadi pusat konsentrasi para budak dan praktik-praktik tidak manusiawi dalam perdagangan budak.
Cidade Velha akhirnya tercatat sebagai situs warisan dunia pertama Tanjung Verde. UNESCO mencatatkan itu pada 2009 silam.
Kota ini masih punya beberapa tata letak jalan asli yang masih tersisa. Lalu, terdapat dua gereja, benteng kerajaan, dan alun-alun tiang hukuman disertai pilar marmer dari abad ke-16.
(dhw/das)











































