Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan tetap menggunakan kontraktor yang sama untuk memperbaiki Reflecting Pool atau kolam refleksi di depan Monumen Lincoln, Washington DC. Keputusan itu diambil meski kolam ikonik tersebut kembali bermasalah tak lama setelah direnovasi dengan biaya mencapai US$ 16 juta atau sekitar Rp 260 miliar (kurs sekitar Rp 16.300/US$).
Kolam bersejarah yang menjadi salah satu ikon wisata di National Mall itu sebelumnya dikuras total pada April lalu. Pemerintah memasang lapisan pelindung baru di dasar kolam, memperbaiki kebocoran, serta memasang sistem ozone nanobubbler untuk mengatasi masalah lumut yang selama ini kerap muncul.
Namun, belum lama dibuka kembali, proyek tersebut justru menuai sorotan. Air kolam sempat dipenuhi lumut, sementara lapisan pelindung berwarna biru di dasar kolam mulai mengelupas di sejumlah titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, menegaskan pemerintah tidak akan mencari kontraktor baru.
"Kami akan menggunakan perusahaan yang sama karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Burgum dalam wawancara dengan CNN, dikutip dari New York Post.
Menurut Burgum, kerusakan yang terjadi hanya mencakup sebagian sangat kecil dari keseluruhan kolam yang membentang sekitar delapan hektare.
"Bahkan dengan kerusakan yang kita bicarakan ini, luasnya hanya sekitar 0,001 persen dari keseluruhan area. Pekerjaan untuk memperbaiki Reflecting Pool dilakukan dengan sangat baik," ujarnya.
Pemerintah berencana menguras sebagian air kolam dalam beberapa hari ke depan agar perbaikan lapisan dasar dapat segera dilakukan.
Diduga Akibat Vandalisme
Pemerintahan Trump meyakini kerusakan tersebut bukan disebabkan kualitas pekerjaan kontraktor, melainkan aksi vandalisme.
Donald Trump sebelumnya menyebut terdapat sobekan pada lapisan dasar kolam sepanjang sekitar 350 kaki. Otoritas bahkan telah menetapkan seorang mantan atlet kano Olimpiade AS, David Hearn, sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan tersebut. Hearn membantah tuduhan itu dan menyatakan tidak melakukan vandalisme.
Sempat muncul spekulasi bahwa iring-iringan kendaraan kepresidenan Trump yang melintas di sekitar proyek menjadi penyebab lapisan dasar rusak. Namun Burgum membantah anggapan tersebut.
"Tidak. Saya bersama Presiden saat itu. Kami tidak menggunakan limusin kepresidenan 'The Beast', tetapi Cadillac Escalade yang jauh lebih ringan. Saat kami berada di sana, lapisan karet industri itu bahkan belum selesai dipasang, sehingga tidak ada kerusakan malam itu," katanya.
Reflecting Pool merupakan salah satu landmark paling terkenal di Washington DC. Kolam sepanjang lebih dari 600 meter ini membentang di antara Monumen Lincoln dan Monumen Washington serta menjadi lokasi berbagai peristiwa bersejarah Amerika Serikat, termasuk pidato legendaris "I Have a Dream" dari Martin Luther King Jr.
Renovasi besar-besaran dilakukan menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, tetapi proyek tersebut justru menuai kontroversi setelah serangkaian masalah muncul sesaat setelah selesai dikerjakan
(das/das)










































