Pengembang properti kini tidak lagi hanya membangun rumah beserta infrastruktur fisik seperti jalan dan saluran utilitas. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas, infrastruktur digital mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan hunian modern.
Transformasi digital mulai mengubah cara pengembang membangun kawasan perumahan. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pembangunan infrastruktur fisik, kini layanan internet berkecepatan tinggi hingga teknologi rumah pintar mulai dipandang sebagai infrastruktur yang menunjang kualitas hidup penghuni.
Meningkatnya aktivitas masyarakat yang bergantung pada internet, baik untuk bekerja, belajar, maupun berbisnis, membuat konektivitas menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam memilih hunian. Karena itu, sejumlah pengembang mulai mengintegrasikan infrastruktur digital sejak tahap awal pengembangan kawasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), misalnya, menyebut langkah mengakuisisi perusahaan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem properti berbasis digital.
"Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas berkecepatan tinggi, layanan internet kini telah menjadi salah satu infrastruktur utama yang menunjang kualitas sebuah kawasan hunian, komersial, hotel, maupun kawasan terpadu, ujar Direktur Utama WINR Yusmen Liu dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Menurut perseroan, transformasi digital telah menjadi kebutuhan dalam industri properti, bukan lagi sekadar pelengkap. Infrastruktur digital dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi penghuni sekaligus mendukung pengelolaan kawasan yang lebih modern.
Ia mengatakan pengembangan kawasan ke depan akan mengarah pada integrasi antara properti, teknologi, dan layanan digital.
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam industri properti. Melalui akuisisi ini kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan."
Implementasi infrastruktur digital tidak hanya berupa penyediaan jaringan internet. Dalam pengembangan kawasan, teknologi tersebut dapat mendukung berbagai layanan seperti smart home, building management system, Internet of Things (IoT), hingga layanan berbasis komputasi awan (cloud services). Berbagai teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kawasan sekaligus memberikan pengalaman tinggal yang lebih nyaman bagi penghuni.
Di sisi lain, tren ini didukung oleh meningkatnya penggunaan internet di Indonesia. Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang dirilis APJII, penetrasi internet nasional telah mencapai 81,72% atau sekitar 235,26 juta pengguna. Sementara itu, jumlah pelanggan layanan internet tetap (fixed broadband) juga terus bertumbuh, menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital.
Ke depan, pengembang diperkirakan akan semakin banyak mengadopsi konsep kawasan berbasis teknologi. Selain menghadirkan jaringan fiber optik dan internet berkecepatan tinggi, pengembangan juga dapat mencakup sistem keamanan pintar, perangkat rumah pintar, serta integrasi berbagai layanan digital yang mendukung konsep smart city. Dengan demikian, infrastruktur digital berpotensi menjadi salah satu komponen penting yang melengkapi infrastruktur fisik dalam pembangunan kawasan perumahan masa depan.
WINR sendiri mengakuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan penyedia layanan Internet Service Provider (ISP). Langkah ini dinilai akan mendukung Akuisisi LGA juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang WINR dalam mengembangkan kawasan berbasis teknologi. Perseroan akan mengembangkan proyek kawasan yang terintergrasi Smart City di Bogor, Jawa Barat, dengan tahap awal seluas sekitar 30 hektare yang direncanakan berkembang secara bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.
(zlf/zlf)











































