Perkembangan teknologi di bidang interior terus terjadi. Terbaru, ada sebuah inovasi berupa material batu sinter yang bisa bercahaya dalam kegelapan alias glow in the dark.Material ini bisa digunakan untuk lantai.
Adalah Titanium Lamina yang merupakan produk berbahan dasar batu sinter yang tetap bercahaya meski lampu dimatikan. Produk ini bahkan mendapat rekor MURI sebagai 'Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi (Efek Bercahaya dalam Gelap)'.
Setelah menerima paparan sinar ultraviolet (UV), urat pada permukaan Bio Luminance memancarkan cahaya berwarna turquoise dengan efek afterglow. Karakter tersebut membuka kemungkinan bagi arsitek dan desainer interior untuk menjadikan material permukaan sebagai bagian aktif dari pembentukan atmosfer ruang, bukan semata sebagai elemen dekoratif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO of Platinum Ceramics Group, Liem May Tjoe, mengatakan perlu waktu setahun untuk mengembangkan teknologi tersebut. Untuk saat ini, hanya ada dua motif untuk produk tersebut. Bahan yang digunakan juga mayoritas adalah produk lokal.
Material Lantai Batu Sinter yang Bisa Glow in The Dark Foto: Almadinah Putri Brilian/BeritaKlik |
"Jadi kalau untuk produk yang kita dapat penghargaan ini, karena kita ingin membuktikan bahwa kita bisa berinovasi, kita nggak kalah dengan produk-produk dari luar," katanya di IndoBuildTech Expo Part 1 di ICE BSD City, Banten, Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, Direktur Marketing Platinum Ceramics Group, Jali, mengatakan, produk tersebut dijual dalam bentuk lembar dengan ukuran 1,2x2,4 meter. Harganya sekitar Rp 1-1,5 juta per lembar.
Secara tampilan, batu sinter ini memang mirip dengan marmer. Menurut Jali, yang membedakan adalah marmer memiliki pori-pori yang lebih besar sehingga kalau terjadi tumpahan lebih cempat menyerap dan sulit dihilangkan.
Titanium Lamina ini bisa digunakan pada dinding maupun lantai. Untuk perawatannya cukup dibersihkan seperti biasa saja.
(abr/das)











































