Jakarta - Hotel mewah yang dibangun di bekas penjara tua di Jepang resmi dibuka pada 25 Juni lalu. Begini penampakannya.
Foto: Gimana Jadinya Penjara 71 Tahun Disulap Jadi Hotel Mewah?
Nama hotel ini Hoshinoya Nara Prison yang dikelola oleh Hoshino Resort. Alasan mereka menggunakan bekas penjara khusus remaja ini karena ingin memberikan pengalaman baru kepada pelanggan sekaligus melestarikan bangunan bersejarah tersebut. Foto: (Nara Prison)
Penjara ini bentuknya 5 lorong panjang yang terhubung ke menara pos pengawas di tengah. Hotel tersebut menggunakan 4 dari 5 lorong sel penjara. Foto: Hoshino Resorts
Arsitektur Penjara Nara banyak dipengaruhi gaya Barat, terlihat dari material utama yang dipakai dari bata dan tata letak Sistem Haviland bergaya Eropa yang khas, di mana blok sel memancar dari menara penjaga pusat untuk memudahkan pengawasan. Perancangnya adalah arsitek Keijiro Yamashita yang ditugaskan untuk membuat sistem penjara modern dan terpusat di era Meiji (1868-1912). Foto: Hoshino Resorts
Total ada 48 kamar suite yang ditawarkan mulai dari 147.000 yen atau setara Rp 16,2 juta (kurs Rp 110) per malam untuk kamar suite. Tarif ini sudah termasuk dengan akses ke Museum Penjara Nara selama masa menginap. Tersedia 3 tipe kamar dengan yang paling luas bernama 11-Cell Deluxe yang di dalamnya terdapat ruang santai dan ruang keluarga. Foto: Hoshino Resorts
Kamar-kamar tamu sebenarnya gabungan dari 9 atau 11 bekas sel penjara. Bisa dilihat dari bentuk dinding yang terbuat dari bebatuan dan jendela mati yang posisinya berada di atas. Foto: Hoshino Resorts
Meskipun dindingnya tampak tua, tetapi kosen dan interiornya dibuat lebih modern. Tampilannya pun tidak begitu kontras antara dekorasi dengan bentuk bangunan aslinya. Foto: Hoshino Resorts
Bekas aula penjara kini menjadi ruang santai utama hotel. Di sini tamu dijamu sembari menikmati teh dan kue-kue. Foto: Hoshino Resorts
Ini adalah penampakan salah satu area museum. Tanpa menginap, biaya masuk ke museum sekitar 2.500 yen atau Rp 275 ribuan. Museum dibagi menjadi tiga area pameran yang tersebar di 3 sayap sel. Isinya menampilkan lukisan, kaligrafi, dan karya sastra dari para narapidana. Foto: Hoshino Resorts
Wujud luar bangunannya juga tidak ada banyak perubahan, masih sama seperti sebelumnya. Dengan dinding bata, jendela kecil yang tidak bisa dibuka tutup yang posisinya di atas, dan tidak ada atap kanopi di pinggiran bangunan. Foto: Hoshino Resorts











































