Modal Hobi Dagang Sejak SMP, Bisnis Furnitur Anak Muda Ini Kini Mendunia

Modal Hobi Dagang Sejak SMP, Bisnis Furnitur Anak Muda Ini Kini Mendunia

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Sabtu, 07 Mar 2026 14:04 WIB
furnitur kayu jati yang menembus pasar AS-Eropa
Furnitur kayu jati. Foto: Almadinah Putri Brilian/BeritaKlik
Jakarta -

Furnitur yang terbuat dari kayu masih menjadi primadona. Salah satu material yang banyak dipakai dan favorit banyak orang adalah kayu jati.

Ini seperti yang menjadi alasan Husein, store manager Qya Home Decor yang berbasis di Yogyakarta, dalam menjalankan bisnis usahanya di bidang furniture indoor dan peralatan masak (kitchenware). Sebelum fokus pada furnitur berbahan dasar kayu jati, ia sempat menggunakan kayu mangga, kamilina, serta bintaos.

"Karena berjalannya waktu, banyak trial and error, akhirnya kita memutuskan untuk di kayu jati saja. Karena memang dari segi look-nya saja, motifnya lebih menarik. Dan yang pernah kita lewati semua, menghindari komplain-komplain yang tidak diinginkan," katanya kepada BeritaKlik di IFEX 2026, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (5/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husein merupakan generasi keempat dalam bisnis mebel keluarganya. Ia mulai mengembangkan Qya Home Decor pada 2018. Sebelumnya, ia sempat ikut kerja di bisnis furnitur milik ayahnya pada 2016 ketika umurnya 16 tahun atau saat SMA.

Husein mengaku, sejak remaja memang sudah gemar berdagang. Alasannya bukan karena tuntutan ekonomi, melainkan sejak dulu ia diajarkan untuk menabung jika menginginkan sesuatu. Tapi karena menabung butuh waktu lama, akhirnya terbesit untuk mulai berjualan. Ini bermula sejak ia kelas 1 SMP.

ADVERTISEMENT

"Saya jualan itu dari kelas 1 SMP itu saya jualan celana batik. Kelas 2 SMP jualan batu akik, kelas 3 SMP jualan roti canai. Karena dari situ sudah biasa pegang uang, nggak suka sekolah saya nih. Saya lebih suka berdagang, akhirnya keterusan sampai sekarang. Masuk ke bidang mebel karena orang tua juga. Karena keluarga besar memang bergeraknya di bidang mebel semua," ungkapnya.

pengusaha furnitur kayu jati yang menembus pasar AS-EropaHusein, generasi keempat pengusaha furnitur keluarga-store manager Qya Home Decor. Foto: Almadinah Putri Brilian/BeritaKlik

Setelah lulus SMA, orang tua Husein ingin dia kuliah terlebih dahulu jika ingin terus bekerja di bidang mebel. Ia akhirnya kuliah sembari mengembangkan usaha furnitur mebelnya. Walau sempat keteteran kuliahnya, Husein berhasil lulus dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

"Bahkan di semester-semester akhir itu banyak dosen yang kerja sama sama saya, buat ekspor barang juga, terus R&D (research and development) bareng," tuturnya.

Ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Husein sempat menutup tokonya selama 3 bulan. Karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, perlahan ia mencoba untuk menyelesaikan pesanan furnitur yang belum rampung hingga akhirnya pesanan baru masuk lagi.

Talenan Hingga Mangkok Kayu Jadi yang Paling Banyak Dipesan Warga Asing

pengusaha furnitur kayu jati yang menembus pasar AS-EropaFurnitur kayu jati yang menembus pasar AS-Eropa. Foto: Almadinah Putri Brilian/BeritaKlik

Furnitur yang dibuat oleh Qya Home Decor beragam, mulai dari alat dapur hingga wastafel. Barang-barang tersebut paling banyak diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa, sisanya ke Malaysia, Singapura, serta Australia.

"Kalau di kitchenware kita lebih banyak kayak talenan, piring, dan mangkok," tuturnya.

Biasanya, untuk memproduksi 25 ribu kitchenware membutuhkan waktu 8-10 minggu. Untuk harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 600 ribu.

pengusaha furnitur kayu jati yang menembus pasar AS-EropaWastafel kayu jati. Foto: Almadinah Putri Brilian/BeritaKlik

Sementara itu untuk harga furnitur seperti meja dan kursi, mulai dari Rp 2 juta. Lalu untuk wastafel kayu jati dimulai Rp 400 ribu.

Perawatan Alat Dapur dari Kayu Jati

Agar peralatan dapur maupun alat makan tetap awet, setiap selesai dicuci harus dibiarkan hingga benar-benar kering. Ini untuk mencegah tumbuhnya jamur pada kitchenware.

"Untuk penjagaannya sebenarnya cuma ketika habis dicuci itu jangan masuk ke dalam lemari dulu. Sampai kering dulu airnya, baru masuk ke dalam lemari," tuturnya.

Agar warnanya tetap terjaga, bisa dioleskan minyak zaitun setiap 6 bulan hingga setahun sekali.

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads