Menjual rumah terkadang dilakukan kalau pemiliknya kepepet butuh uang. Tapi bisa aja rumah susah laku.
Hal ini tentu bisa membuat pemilik bingung bahkan frustasi apalagi kalau memang benar-benar sedang butuh uang. Ada beberapa hal yang bisa saja bikin rumah susah laku.
Apa saja itu? Simak informasinya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Jual Rumah Susah Laku
Pada akhir 2025, Ketua DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Clement Francis mengungkapkan beberapa faktor utama yang membuat penjualan rumah bekas atau second tak laku.
1. Harga Tak Sesuai Pasar
Pertama, karena harganya tak sesuai pasar. Untuk menentukan harga yang tepat, penjual perlu membandingkan harga dengan transaksi aktual di daerah sekitar.
Selanjutnya, pastikan untuk memperhitungkan kondisi dan legalitas rumah ketika menetapkan harga jual. Lihat juga daya beli pasar saat ini.
"Harga yang terlalu tinggi justru membuat rumah tidak dilirik, bukan terlihat eksklusif," kata Clement kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.
2. Dokumen Tidak Lengkap
Aspek legalitas juga perlu menjadi perhatian karena kalau tak lengkap atau kurang jelas tentu bisa jadi masalah. Pastikan sertifikat dan surat ahli waris (kalau diperlukan) sudah ada agar siap membuat akta jual beli (AJB).
3. Kondisi Rumah Buruk
Kondisi bangunan rumah yang buruk kurang menarik bagi calon pembeli. Clement menyarankan untuk memperbaiki tampilan rumah agar rapi dan bersih sehingga mudah dibayangkan buat dihuni calon pembeli.
Renovasi rumah bisa sangat berpengaruh pada penjualan asal tepat sasaran. Coba cat ulang dinding dengan warna netral serta rapikan fasad dan halaman. Perbaiki juga atap, kebocoran, toilet, dan pencahayaan di rumah.
"Hindari renovasi mahal yang tidak meningkatkan nilai jual. Prinsipnya renovasi untuk menarik pembeli, bukan untuk kepuasan pribadi," katanya.
4. Lingkungan Kurang Mendukung
Faktor rumah yang sudah dijual bisa jadi karena lingkungan sekitarnya kurang mendukung. Contohnya, lokasi rumah dekat tempat pembuangan sampah, daerah macet, dekat pasar, dan lainnya.
Meski demikian, penjual masih bisa menarik minat calon pembeli kok. Caranya dengan mempromosikan nilai positif dari lokasi dan properti.
5. Strategi Pemasaran Lemah
Terakhir, strategi pemasaran yang lemah membuat rumah lama terjual. Bukan hanya menonjolkan harga, penjual juga perlu ceritakan nilai jual properti.
Ia menyarankan agar promosi dilakukan secara profesional melalui agen bersertifikat dan portal yang tepat. Pasarkan rumah di portal properti, media sosial, dan database agen. Lalu, pasang foto dan video dari profesional.
Itulah beberapa alasan rumah bekas tak laku-laku. Semoga membantu!
(abr/das)









































