Ada dua jenis kloset yang umum digunakan saat ini, yakni kloset duduk dan jongkok. Penggunaan kloset duduk sudah banyak ditemukan di gedung kantor, mal, atau rumah-rumah modern.
Sementara itu, kloset jongkok masih banyak dipakai di rumah-rumah sederhana atau toilet umum. Namun, di beberapa tempat terkadang toilet umum memiliki dua kloset agar pengunjung bebas memilihnya.
Meski sama-sama digunakan sebagai tempat buang air, tetapi ada perbedaan antara kloset duduk dan jongkok, terutama dari posisi saat buang air. Menariknya, ajaran Islam lebih menganjurkan penggunaan kloset jongkok daripada duduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari penelitian berjudul 'Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan' oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan kloset jongkok dibanding kloset duduk. Sebab, sunnah buang hajat adalah dengan berjongkok.
Anjuran penggunaan kloset jongkok juga terkait dengan kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Dov Sikirov menjelaskan saat posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.
Dokter asal Rusia itu juga mengatakan buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.
Selain itu, kloset jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet, sehingga bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.
Di sisi lain, tidak semua orang bisa menggunakan kloset jongkok, seperti orang tua dan disabilitas. Kloset jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut, sehingga kloset duduk lebih dianjurkan untuk mereka yang mengalami penurunan fleksibilitas, kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan keseimbangan buruk.
Namun jika membahas dari segi agama, Islam lebih menganjurkan penggunaan kloset jongkok. Walau sifatnya memang tidak wajib karena beberapa kaum seperti orang tua yang sudah tua akan kesulitan jika masih buang air besar dengan berjongkok.
Dalam hadits yang diriwayatkan Rasulullah SAW, beliau menganjurkan agar buang air besar dan buang air kecil dalam posisi jongkok. Namun masih diperbolehkan berdiri jika dalam keadaan darurat.
"Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!" (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
Dalam sebuah jurnal berjudul Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Langkah ini agar desainer bisa mendesain kamar mandi Islami sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
(ilf/das)











































