Mengepel merupakan pekerjaan bersih-bersih yang umumnya dilakukan setelah menyapu untuk memastikan lantai benar-benar bersih.
Masalahnya ada beberapa kejadian, setelah mengepel justru muncul bau amis dan tidak sedap di rumah. Kita curiga hal tersebut berasal dari kain pel atau air pel. Dugaan tersebut tidak sepenuhnya salah, dilansir dari Cleanpedia, memang kedua hal tersebut bisa memicu munculnya bau amis, berikut penjelasannya.
1. Kain Pel Kotor
Meskipun namanya alat kebersihan, segala peralatannya harus dalam keadaan bersih sebelum dipakai. Termasuk dengan kain pel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara membersihkan kain pel sebelum digunakan cukup mudah, yakni hanya perlu dibilas beberapa kali dengan air bersih atau direndam di air panas yang sudah diberikan cairan pembersih khusus. Tanda kain pel bersih adalah ketika dimasukkan ke dalam air bersih tidak muncul busa dan air tidak berubah keruh.
Setelah dirasa bersih baru dimasukkan di dalam air pel. Sebaiknya gunakan air hangat karena lebih baik membersihkan kuman dan bakteri daripada air biasa.
2. Air Pel Kotor
Kain pel yang sudah bersih sebaiknya dimasukkan ke air pel yang bersih juga. Jangan sampai memakai air bekas pel kemarin.
Air pel sebaiknya diganti setelah 2 kali pemakaian. Hal ini untuk mencegah bau amis dan berkembang kuman dan bakteri di lokasi lain di rumah.
3. Ember Pel Sudah Kotor
Selain kain pel dan air, ember yang dipakai juga harus bersih. Tanda ember kotor adalah di permukaannya ditemukan pasir halus, rambut, dan kotoran lainnya yang menempel. Lalu, ketika diisi air muncul banyak busa.
Sebaiknya bilas dan sikat sebentar permukaan dalam ember baru setelah itu diisi air bersih dan cairan pembersih.
4. Cara Mengepel yang Salah
Pemicu bau amis selanjutnya disebabkan karena cara mengepel yang asal-asalan. Cara mengepel yang benar adalah membuat gerakkan menyerupai angka '8' untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.
5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi
Saat mengepel sebaiknya memakai cairan pembersih agar kuman dan bakteri mati serta lantai jadi lebih wangi.
Dilansir Real Simple, cairan pembersih lantai ada yang sudah instan dan ada pula yang bisa dibuat sendiri di rumah. Bagi yang ingin membuat sendiri, bahan yang diperlukan adalah sabun cuci piring, soda kue, cuka, hingga minyak atsiri.
Sementara itu, cairan yang tidak boleh digunakan untuk mengepel lantai adalah gabungan dari pemutih dan cuka karena dapat menghasilkan gas klorin. Ada pula pemutih dan amonia (yang terdapat dalam berbagai pembersih), campuran keduanya dapat menghasilkan zat beracun bernama kloramin, serta pemutih dengan alkohol gosok yang justru memicu cairan beracun bernama kloroform.
Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.
Itulah lima penyebab lantai sering berbau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/zlf)










































