Jangan Asal Gali, Begini Tahapan Membuat Sumur Air yang Benar

Jangan Asal Gali, Begini Tahapan Membuat Sumur Air yang Benar

Danang Sugianto - detikProperti
Kamis, 11 Jun 2026 18:32 WIB
Infografi Panduan Bikin Sumur Air yang Benar
Foto: Infografis dibuat menggunakan Notebooklm
Jakarta -

Sumur air masih menjadi andalan banyak rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Namun, membuat sumur ternyata tidak sesederhana menggali tanah hingga menemukan sumber air.

Ada sejumlah tahapan yang perlu diperhatikan agar sumur dapat menghasilkan air yang berkualitas, aman digunakan, dan bertahan dalam jangka panjang. Mulai dari pemilihan lokasi, jenis sumur, hingga pemasangan pompa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Dilansir dari Services Flexco, berikut tahapan yang perlu diketahui sebelum membuat sumur air di rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenali Jenis Sumur yang Sesuai

Sebelum memulai pembangunan, pemilik rumah perlu menentukan jenis sumur yang akan dibuat sesuai kondisi lahan dan kebutuhan.

1. Sumur Bor

Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor berkekuatan tinggi yang mampu mencapai kedalaman hingga ratusan meter. Jenis sumur ini banyak dipilih pada lahan dengan kondisi tanah keras atau berbatu.

ADVERTISEMENT

Kelebihannya, pasokan air cenderung lebih stabil dan risiko kontaminasi lebih rendah dibandingkan sumur dangkal.

2. Sumur Galian

Sumur galian dibuat menggunakan alat bor sederhana atau metode penggalian manual. Kedalamannya relatif lebih dangkal dibandingkan sumur bor.

Jenis sumur ini umumnya membutuhkan biaya yang lebih terjangkau dan waktu pengerjaan yang lebih cepat.

3. Sumur Dorong

Sumur dorong dibuat dengan cara menancapkan pipa ke dalam tanah yang berpasir atau lunak. Metode ini menjadi salah satu yang paling ekonomis.

Namun, sumur dorong hanya cocok digunakan di wilayah yang memiliki muka air tanah relatif dangkal.

Pemilihan Lokasi Menentukan Kualitas Air

Keberhasilan sumur sangat dipengaruhi oleh lokasi pembangunannya. Karena itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum proses pengeboran dilakukan.

Kedalaman Air Tanah

Kedalaman muka air tanah dapat diketahui melalui data sumur di sekitar lokasi atau peta air tanah setempat. Area dengan muka air tanah yang tidak terlalu dalam biasanya memiliki peluang pasokan air yang lebih baik.

Kondisi Geologi

Jenis lapisan tanah juga berpengaruh terhadap ketersediaan air. Tanah berpasir dan berkerikil umumnya lebih mudah menyimpan sekaligus mengalirkan air tanah dibandingkan lapisan tanah yang padat.

Jarak dari Sumber Air Permukaan

Lokasi sumur sebaiknya memperhatikan jarak terhadap sungai, danau, atau aliran air lainnya. Penempatan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas air dan mengurangi risiko kontaminasi.

Topografi dan Drainase

Area yang lebih tinggi dan memiliki sistem drainase yang baik dinilai lebih aman untuk pembangunan sumur. Sebaliknya, daerah yang sering tergenang memiliki risiko lebih besar tercemar air permukaan.

Aktivitas di Sekitar Lokasi

Keberadaan tempat pembuangan sampah, industri, septic tank, maupun sumber polusi lainnya perlu menjadi pertimbangan. Semakin jauh sumur dari sumber pencemar, semakin baik kualitas air yang dihasilkan.

Tahap Pengeboran dan Pemasangan Pompa

Setelah lokasi ditentukan, proses pengeboran dilakukan hingga mencapai lapisan air tanah yang diinginkan. Diameter lubang biasanya disesuaikan dengan ukuran pompa yang akan dipasang.

Pengeboran umumnya menggunakan bor putar dengan mata bor yang mampu menembus berbagai jenis tanah. Setelah lubang terbentuk, dilakukan pemasangan casing atau pipa pelindung untuk menjaga dinding sumur tidak runtuh. Casing juga berfungsi mencegah air permukaan masuk ke dalam sumur yang dapat menurunkan kualitas air.

Tahap berikutnya adalah pemasangan pompa dan sistem distribusi air menuju bangunan. Setelah seluruh sistem terpasang, kepala sumur ditutup rapat agar terlindungi dari kotoran dan rembesan air dari luar.

Sumur Perlu Dirawat Secara Berkala

Membangun sumur bukan berarti pekerjaan selesai. Pemilik rumah tetap perlu melakukan pemeriksaan secara rutin agar kualitas air dan kinerja sumur tetap terjaga.

Pemeriksaan tahunan dapat dilakukan dengan mengecek kondisi casing, tutup sumur, hingga kualitas air. Selain itu, pompa juga perlu diservis secara berkala sesuai jenis dan usia pemakaian.

Jika ditemukan indikasi kontaminasi, sistem pengolahan air seperti filtrasi, pelembutan air, atau disinfeksi dapat dipasang untuk menjaga kualitas air tetap aman digunakan.

Pemilik rumah juga disarankan menjaga area sekitar sumur tetap bersih dan memastikan tutup sumur selalu tertutup rapat. Jika ditemukan kerusakan atau kebocoran, perbaikan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Dengan perencanaan dan perawatan yang tepat, sumur dapat menjadi sumber air bersih yang andal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam jangka panjang.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads