Kabid Aset Pemkab Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Paharuddin mengaku mobil Fortuner yang dikemudikan anaknya, FA (16) hingga menabrak 2 warga merupakan bekas kendaraan dinas (randis) wakil ketua (Waka) DPRD Mamuju. Randis itu dititipkan kepadanya setelah tidak digunakan untuk keperluan dinas.
"Itu yang ada di saya itu (sebelumnya) mobil dinas wakil ketua DPRD, (lalu) tidak digunakan, dikembalikan, diserahkanlah ke (bidang) aset. Jadi kurang lebih dua bulanan saya pegang," ujar Paharuddin kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Paharuddin mengatakan mobil itu menggunakan pelat dengan nomor DC 7 A saat dipakai Waka DPRD Mamuju. Nomor pelat asli mobil tersebut yaitu DC 1156 A.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil Fortuner tersebut disimpan dikembalikan ke Pemkab Mamuju sejak November 2025. Mobil itu disimpan di rumahnya dengan alasan mudah dipantau dan aman ketika akan digunakan kembali untuk menjemput tamu pemerintah.
"Saya melapor ke pimpinan, mau ditaruh di OPD juga (tidak bisa), apalagi Fortuner tidak enak kalau ada OPD, kadisnya pakai. Akhirnya difungsikan untuk kegiatan kan (kegiatan OPD), penjemputan tamu," terangnya.
Dia berdalih mengganti pelat mobil dinas itu untuk menghindari fitnah masyarakat di permukimannya. Paharuddin tidak ingin Fortuner itu menimbulkan kesan negatif dipakai ASN setingkat kepala bidang (kabid).
"Apalagi kendaraan di jalan (depan rumah disimpan) supaya tidak menimbulkan na bilang (warga) mobil dinas itu terparkir (makanya pelat randis diganti saat disimpan di rumah)," ucap Paharuddin.
Dia mengaku setiap mobil tidak digunakan akan disimpan kembali di rumahnya. Namun demi tidak menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat bahwa Kabid memiliki randis mewah, maka Fortuner tersebut dipasangi pelat gantung bernomor DC 1032 FJ.
"Iya artinya bagaimana membahasakan itu (hanya dipasang pelat gantung saat randis disimpan di rumah)," jelas Paharuddin.
Dia mengaku kecolongan saat mobil Fortuner itu dibawa oleh anaknya hingga mengalami kecelakaan. Dia berdalih saat itu sedang menjaga ibunya yang di ruang ICU rumah sakit ketika anaknya diam-diam mengambil kunci mobil.
"Anak ini na ambil diam-diam kunci, waktu kejadian itu saya sementara jaga ibu, orang tua di ICU. Nanti saya tahu pas kejadian itu (anak saya tabrak orang pakai Fortuner)," bebernya.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf atas ulah anaknya hingga insiden kecelakaan terjadi. Ia mengaku lalai dalam mengawasi anaknya dan akan menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran.
"Artinya kita lalai juga, karena saya tidak tahu kalau ini anak bisa bawa mobil dan pengakuannya saat di-BAP sudah dua kali dia bawa ternyata. Untuk itu saya sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," ucapnya.
Paharuddin mengaku siap bertanggung jawab terhadap korban kecelakaan. Termasuk ganti rugi mobil dan kendaraan motor yang ikut ditabrak.
"Dan saya sudah lihat rumah juga (yang ditabrak). Kalau itu pasti (ganti rugi kerusakan mobil Fortuner dan motor yang ikut ditabrak)," imbuh Paharuddin
Diberitakan sebelumnya, anak Paharuddin, FA berurusan dengan polisi usai mengemudikan mobil Toyota Fortuner dengan kecepatan tinggi hingga menabrak warung dan 2 warga di Mamuju. Mobil yang dikemudikan FA merupakan randis Pemkab Mamuju yang dipegang ayahnya.
Insiden kecelakaan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju pada Jumat (6/2) sekitar pukul 00.10 Wita. Dua korban langsung dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka memar dan patah tulang kaki.
Kabid Aset Diminta Bayar Ganti Rugi
Paharuddin diminta ganti rugi kendaraan dinas (randis) Toyota Fortuner yang mengalami kecelakaan usai dibawa anaknya. Paharuddin juga akan diperiksa untuk menentukan sanksi kepegawaian yang akan diterimanya.
"Tentu aturan berlaku (ganti rugi mobil), karena babnya kelalaian," ujar Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana kepada BeritaKlik, Senin (9/2/2026).
Namun Yuki belum membeberkan apakah Paharuddin harus mengganti unit mobil tersebut atau hanya melakukan perbaikan. Pihaknya akan mengerahkan tim untuk memeriksa kerusakan mobil Fortuner itu lebih dulu.
"(Ganti rugi mobil dinas tersebut) juga memberi pelajaran bagi kita semua bahwa kendaraan dinas harus dipergunakan sesuai peruntukannya," pungkasnya.
Simak Video "Video Bus Terguling di Tol Bolivia, 9 Orang Tewas dan 22 Luka-luka"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/ata)
