Lagak Pelajar SMA Ngebut Pakai Fortuner Pemkab Mamuju Bikin Orang Celaka

Lagak Pelajar SMA Ngebut Pakai Fortuner Pemkab Mamuju Bikin Orang Celaka

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 07 Feb 2026 08:37 WIB
Penampakan Fortuner Pemkab Mamuju dipakai pelajar SMA hingga menabrak 2 warga.
Penampakan Fortuner Pemkab Mamuju dipakai pelajar SMA hingga menabrak 2 warga. Foto: (Dok. Istimewa)
Mamuju -

Pelajar SMA berinsial FA (16) kini berurusan dengan polisi usai mengemudikan mobil Toyota Fortuner dengan kecepatan tinggi hingga menabrak warung dan 2 warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Mobil yang dikemudikan FA merupakan kendaraan dinas (randis) Pemkab Mamuju yang dipegang ayahnya.

Insiden kecelakaan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju pada Jumat (6/2) sekitar pukul 00.10 Wita. Saat itu, AF melaju dari arah jalur Arteri menuju Jalan Tuna.

"Mobil yang dikendarai FA bergerak dari arah barat ke utara. Namun pada saat di tempat kejadian perkara (TKP), pengemudi melaju dengan kecepatan tinggi," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan FA kehilangan kendali dan tidak bisa menguasai kendaraannya. Mobil yang dibawa FA lantas naik ke atas trotar lalu keluar jalur ke arah kanan hingga menabrak warung.

"Mobil menabrak tiang rumah, dan kendaraan yang terparkir di dalam rumah sebanyak 3 unit, kemudian menabrak 2 orang yang sedang duduk dan mengobrol," ungkap Herman.

ADVERTISEMENT

Kedua korban berinisial AF (21) dan AM (19) merupakan penjaga warung. Herman menyebut kecuanya kini dirawat di rumah sakit akibat luka memar dan patah di bagian kaki.

"Kedua korban mengalami luka memar, dan ada yang mengalami patah pada bagian dua kaki," bebernya.

FA Anak Kabid Aset Pemkab Mamuju

Herman mengatakan mobil Fortuner kini telah diamankan di Mapolresta Mamuju. Di dalam mobil juga ditemukan mobil plat merah dengan nomor polisi DC 7 A.

"Mobil tersebut milik Pemkab Mamuju yang sekarang ini dalam penguasaan bidang aset,"ungkapnya.

Selain itu, pengemudi mobil juga masih diperiksa di ruang Satlantas Polresta Mamuju. Siswa SMA itu didampingi pihak keluarga, termasuk ayahnya yang merupakan Kabid Aset Pemkab Mamuju, Paharuddin.

"Sementara ini masih dalam pemeriksaan, didampingi oleh orang tuanya. FA ini pelajar atau siswa SMA," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, FA tidak dalam pengaruh minuman keras saat berkendara. Namun pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap kronologi utuh kecelakaan.

Sempat Serempet Motor Sebelum Tabrak 2 Warga

Masih dalam hasil pemeriksaan, FA mengaku sempat menyerempet motor parkir. Ia lalu kabur karena takut diamuk massa sebelum kecelakaan terjadi.

"(AF) mengaku sebelum kecelakaan pernah menyerempet motor terparkir di Jalan Ahmad Kirang," ujar Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulbar, AKBP Anidhita Rizal kepada wartawan, Jumat (6/2).

Setelah menyerempet motor, AF sempat berhenti namun mengaku dipukul dari luar mobil oleh orang tidak dikenal. AF saat itu langsung kabur dari lokasi setelah ada temannya yang lewat dan memberi tahu jika AF akan dikeroyok.

"Kemudian dia kabur dengan kecepatan tinggi," terangnya

AF lalu melewati bundaran Kantor Gubernur Sulbar dan terus ke jalur Arteri. Saat berada di Jalan Yos Sudarso, AF yang melihat kendaraan lain datang dari arah kiri kaget dan membanting stir ke kanan hingga tidak bisa mengendalikan mobil.

"Dari peristiwa tersebut dua warga yang sedang duduk dan berbincang di depan warung Lamongan Al Farizky menjadi korban," beber Anidhita.

Mobil Rusak Parah

Anidhita mengungkapkan kondisi mobil Fortuner mengalami rusak parah, keempat ban pecah, airbag keluar dan kaca samping belakang kiri pecah. Setelah diperiksa, plat mobil yang dipasang diduga palsu.

"TNKB DC 1032 FJ yang terpasang pada mobil itu ternyata diduga palsu. Nomor polisi asli kendaraan tersebut adalah DC 1156 A yang milik Pemda Kabupaten Mamuju. Bahkan di dalam mobil ditemukan beberapa TNKB lain yang siap digunakan," ungkapnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir mengatakan serangkaian pemeriksaan telah dilakukan. Kepada polisi, ayah FA mengakui anaknya tidak mahir mengendarai mobil dan mengambil kunci mobil dinas itu secara diam-diam.

"Orang tuanya mengaku bahwa anaknya belum mahir membawa mobil, kemudian secara diam-diam mengambil kunci mobil dan mengendarainya," kata Herman.




(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads