Pemotor Bonceng Anak-Istri Hendak Liburan di Toraja Masuk Jurang, 1 Tewas

Pemotor Bonceng Anak-Istri Hendak Liburan di Toraja Masuk Jurang, 1 Tewas

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Senin, 16 Feb 2026 15:00 WIB
Sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak, terjun ke jurang di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak, terjun ke jurang di Kabupaten Tana Toraja. (dok. istimewa)
Tana Toraja -

Sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak, terjun ke jurang di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka.

"Mereka satu keluarga kecelakaan di Leso karena rem motornya blong (masuk jurang). Suaminya meninggal kasihan karena lehernya patah," ujar warga setempat bernama Elisia Eppang Rita kepada detikSulsel, Senin (16/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di Dusun Leso, Lembang Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Minggu (15/2) sekitar pukul 13.00 Wita. Motor dikemudikan oleh suami bernama Victor Gansa (40), dengan membonceng istri Junua Risna Kiding (36) dan anaknya Jhowen March (8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau istrinya, dia keluhkan dadanya dengan bahunya, dia bilang sesak napas. Anaknya luka lecet," kata Elisia.

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan korban dari Sorowako, Luwu Timur mengendarai mobil. Saat di Makale, mereka memutuskan mengganti kendaraan dengan motor rental untuk menjangkau tempat wisata yang hendak dikunjungi.

"Pertama saya dengar keributan, mungkin waktu dia (korban) tahu mi kalau rem motornya tidak berfungsi jadi panik. Pas lewat depan rumah, memang kencang sekali saya lihat, saya pikir di situ tidak akan selamat ini orang," bebernya.

"Info dari istrinya, dia pikir suaminya main-main waktu dia suruh pegangan. Tapi memang meluncur sekali waktu lewat depan rumah, dan begitu mi, kecelakaan," tambah Elisia.

Dia mengungkapkan jalan di lokasi memang sangat curam dan menikung, sehingga sulit mengendalikan kendaraan jika dalam kecepatan tinggi. Selain itu terdapat jurang di sisi jalan.

"Memang penurunan sekali dan ada tikungan di situ. Pernah juga ada kejadian dulu, tapi masih bisa selamat. Kalau korban ini mungkin kaget jadi tidak bisa kendalikan kendaraannya," ujarnya.

Kanit Laka Polres Tana Toraja, Ipda Nataniel Nibel membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan jasad korban sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Gandangbatu Sillanan (Gandasil) sementara istri dan anak korban menjalani perawatan.

"Jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga. Kalau istrinya dirawat di RS Elim Rantepao karena dikhawatirkan luka dalam," katanya singkat.




(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads