Unhas Perkuat Kolaborasi Riset Global Lewat Sosialisasi TRG-PAIR Sulawesi

Unhas Perkuat Kolaborasi Riset Global Lewat Sosialisasi TRG-PAIR Sulawesi

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Jumat, 20 Feb 2026 17:00 WIB
Sosialisasi Riset Kolaborasi Thematic Research Group (TRG) dan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi di Universitas Hasanuddin.
Sosialisasi Riset Kolaborasi Thematic Research Group (TRG) dan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi di Universitas Hasanuddin. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (LPPM Unhas) menyelenggarakan Sosialisasi Riset Kolaborasi Thematic Research Group (TRG) dan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi. Kegiatan ini sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem riset kolaboratif sekaligus memperluas jejaring kemitraan internasional Universitas Hasanuddin.

Kegiatan berlangsung di Aula LPPM, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (19/2/2026). Acara ini turut dihadiri Rektor, Ketua LPPM Unhas, jajaran pimpinan universitas, serta para dosen peneliti.

Ketua LPPM Unhas Muh Nasrum Massi menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai skema Riset Kolaborasi TRG sekaligus membuka peluang kemitraan melalui program PAIR Sulawesi. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperluas jejaring riset dan meningkatkan kontribusi Unhas terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TRG merupakan model pengelompokan riset berbasis tema strategis universitas yang dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin dan fakultas. TRG tidak hanya mengonsolidasikan tema-tema riset unggulan universitas, tetapi juga membangun kultur kolaborasi lintas disiplin.

"Melalui pendekatan ini, kami berharap lahir riset-riset yang kuat secara metodologis, relevan terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja penelitian dan inovasi UNHAS secara berkelanjutan," jelas Nasrum.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, program PAIR Sulawesi sebagai bagian dari inisiatif Partnership for Australia-Indonesia Research membuka ruang kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia dalam menjawab isu-isu strategis di kawasan Sulawesi. Program ini menekankan penguatan kapasitas riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan solusi berbasis bukti.

"Melalui PAIR Sulawesi, kami ingin memastikan kolaborasi internasional yang terbangun menghasilkan luaran riset yang konkret dan berdampak, bukan sekadar kerja sama administratif. Ini adalah bagian dari diplomasi riset UNHAS di tingkat global," tambah Nasrum.

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas Jamaluddin Jompa. Dalam sambutannya, Prof JJ menegaskan, penguatan riset kolaboratif merupakan pondasi utama dalam meningkatkan reputasi dan daya saing universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Keunggulan sebuah universitas hari ini tidak lagi ditentukan oleh kerja individual, tetapi oleh kemampuan membangun kolaborasi yang solid dan produktif. Riset kolaboratif adalah fondasi untuk menghadirkan inovasi yang berdampak dan mengangkat reputasi institusi di kancah global," tegas Prof JJ.

Dirinya juga mengapresiasi peran LPPM Unhas dalam mengintegrasikan pengembangan riset dengan penguatan fasilitas serta membangun kebersamaan di lingkungan civitas akademika. Menurutnya, dukungan kelembagaan yang kuat dan ruang kolaborasi yang representatif akan menciptakan atmosfer akademik yang produktif dan berorientasi pada capaian kinerja.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan peresmian Mushollah Al-Bahits dan Ruang Lounge LPPM sebagai simbol penguatan ekosistem kerja yang nyaman dan kolaboratif. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan, mempererat sinergi antar pimpinan, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, LPPM Unhas menegaskan komitmennya dalam membangun budaya riset yang inklusif, kompetitif, dan berdampak. Sosialisasi TRG dan PAIR Sulawesi diharapkan menjadi katalisator lahirnya proposal-proposal riset unggulan yang mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal, nasional, maupun global.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads