Horor Kakak-Adik Dikira Bangkai Diserang Kawanan Anjing Liar di Polman

Sulawesi Barat

Horor Kakak-Adik Dikira Bangkai Diserang Kawanan Anjing Liar di Polman

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 21 Feb 2026 06:30 WIB
Warga tembak mati anjing serang dua bocah di Polman.
Foto: Warga tembak mati anjing serang dua bocah di Polman. (Abdy Febriady/BeritaKlik)
Polewali Mandar -

Dua bocah kakak beradik, Padli (9) dan Alif (7) nyaris tewas diserang kawanan anjing liar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Warga yang melakukan pertolongan sempat mengira anjing liar itu sedang mengeroyok dan menyeret bangkai.

Insiden horor tersebut terjadi di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (19/2) sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua bocah itu awalnya sedang mencari ikan di areal persawahan dekat pemukiman warga.

"Itu anak pergi tangkap ikan di saluran air sawah, di situlah digigit (anjing)," ungkap Kepala Desa Banua Baru, M Taufik kepada BeritaKlik, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufik mengatakan, anjing liar yang menyerang korban berjumlah sekitar enam ekor. Beruntung, ada seorang petani yang melintas dan mengusir kawanan anjing liar tersebut.

"Kebetulan ada petani lewat langsung diusir itu anjing. Bayangkan, itu orang yang tolong sempat dikira bangkai itu yang dikeroyok, ditarik-tarik anjing, ternyata anak kecil," paparnya.

ADVERTISEMENT

Serangan anjing liar tersebut mengakibatkan kakak beradik mengalami luka parah. Keduanya pun mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Adik kakak kasihan, lumayan parah lukanya akibat gigitan anjing. Sudah dibawa ke rumah sakit," tutur Taufik.

Kawanan anjing liar itu kini diburu warga menggunakan senapan angin. Masyarakat juga akan menggunakan umpan yang diberi racun untuk melumpuhkan binatang tersebut.

"Bukan anjing gila, menurut warga di sini setiap malam itu muncul anjing keluar di kampung," bebernya.

Warga Tembak Mati 1 Anjing Liar

Perburuan warga terhadap anjing liar yang menyerang 2 bocah kakak beradik mulai membuahkan hasil. Satu ekor anjing liar ditembak mati oleh warga pada Kamis (19/2) malam.

"Tadi malam itu yang satu ekor (anjing) dilumpuhkan dengan cara ditembak pas kena kepalanya," beber Taufik.

Taufik mengatakan, warga masih siaga untuk memburu anjing liar yang muncul tiap malam. Satu ekor anjing berhasil dilumpuhkan setelah terpisah dari rombongannya.

"Semalam muncul lagi (anjing) masuk kampung. Ramai-ramai, namun satu sempat terpisah, itu yang berhasil dibunuh," ujarnya.

Umpan berupa usus asam yang diberi racun belum membuahkan hasil. Warga akan menggunakan segala cara untuk melumpuhkan anjing liar tersebut agar tidak meresahkan masyarakat.

"Menurut informasi itu anjing yang kerap bergerombol ada enam ekor semua. Jadi kita upayakan ini malam kita lumpuhkan juga yang lain," imbuh Taufik.

Bangkai Anjing Liar Dikirim ke BBVet Maros

Tim UPTD Puskeswan Mapili membedah 1 ekor anjing liar yang dibunuh warga usai menyerang 2 bocah kakak beradik di Polman.Foto: Tim UPTD Puskeswan Mapili membedah 1 ekor anjing liar yang dibunuh warga usai menyerang 2 bocah kakak beradik di Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)

Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Polman turun tangan menyelidiki kasus anjing liar menyerang dua bocah. Tim UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Mapili dikerahkan untuk memeriksa satu anjing liar yang telah dibunuh warga.

Petugas puskeswan pun membedah bangkai anjing liar tersebut di areal persawahan Desa Banua Baru, Kecamatan Mapilli, Jumat (20/2). Sampel bangkai anjing khususnya pada bagian kepala telah diamankan untuk dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.

"Nanti akan diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner Maros, apakah anjing tersebut menggigit disebabkan oleh infeksi virus rabies atau bukan," ungkap Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaniah Bagenda kepada wartawan, Jumat (20/2).

Isnaniah belum memastikan jenis anjing liar yang menyerang kedua bocah kakak beradik tersebut. Dia menduga kawanan anjing liar masuk permukiman untuk mencari makanan.

"Kemungkinan dia (anjing) mencari makan di perkampungan. Mungkin habitatnya terganggu karena tak punya tempat mencari makan akhirnya masuk ke pemukiman," bebernya.

Dia berharap sampel bangkai anjing liar yang dikirimkan bisa keluar hasil pemeriksaannya dalam waktu dekat. Isnaniah turut mengimbau warga tetap waspada di tengah perburuan anjing liar lain yang menyerang korban.

"Jadi kalau berdasarkan informasi warga sepertinya tidak ada provokasi (gangguan) yah pada saat gigitan. Tapi itu perlu dikonfirmasi kembali apa betul tidak ada provokasi kenapa secara agresif menyerang," pungkas Isnaniah.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tak Hanya Sekali, Serangan Anjing Liar Sering Terjadi di Lombok Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads