Legislator Pasangkayu Keluhkan Puasa Anaknya Batal gegara MBG Saat Ramadan

Sulawesi Barat

Legislator Pasangkayu Keluhkan Puasa Anaknya Batal gegara MBG Saat Ramadan

Hafis Hamdan - detikSulsel
Selasa, 24 Feb 2026 12:40 WIB
Anggota DPRD Pasangkayu Robin Chandra Hidayat.
Foto: Anggota DPRD Pasangkayu Robin Chandra Hidayat. (dok. Istimewa)
Pasangkayu -

Anggota DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Robin Chandra Hidayat menyoroti menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan kepada para siswa saat pagi hari di bulan Ramadan. Waktu distribusi MBG itu disebut membuat sejumlah siswa TK dan SD akhirnya membatalkan puasanya.

"MBG pagi-pagi sudah datang dan dibagikan ke anak-anak. Ini adalah bentuk lain dari godaan puasa," ujar Robin kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Robin memiliki anak berusia 6 tahun yang duduk di bangku TK dan baru belajar puasa. Anaknya dan teman-teman sekolahnya akhirnya membatalkan puasa setelah menerima MBG dengan menu ready to eat alias siap santap pada Senin (23/2) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya justru menyoroti menunya yang ready to eat dibagikan pagi-pagi, jadi sangat menggoda anak-anak untuk batalkan puasa meskipun tidak ada niat sebelumnya, tapi ada godaan atau pemicunya," tuturnya.

Robin mengaku mendapat informasi beberapa anak yang baru masuk SD juga membatalkan puasanya setelah mendapatkan MBG. Dia juga menerima keluhan soal menu MBG kering diduga tidak sesuai aturan nilai rupiah per porsi.

ADVERTISEMENT

"Iya ada juga warga menyampaikan anaknya baru masuk SD akhirnya batalkan puasa. Jadi makanan kering ini kan juga sangat menarik, full aroma dari roti, kemudian susu dan kacang goreng, ada juga telur," bebernya.

Robin yang juga Ketua Fraksi NasDem Pasangkayu itu meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas di setiap kabupaten bisa mengevaluasi waktu distribusi MBG saat Ramadan. Dia mengaku tidak sedikit siswa TK dan SD yang baru belajar puasa.

"BGN harus evaluasi waktu, termasuk menunya yang ready to eat. Itu juga bentuk toleransi negara terhadap umat Islam, mari jaga kemuliaan bulan suci Ramadan," jelasnya.

Terpisah, Wakil Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sulbar, Hasri menyebut menu MBG kering dipilih saat Ramadan agar tahan lama hingga bisa disantap berbuka oleh para siswa. Menu itu kemudian didistribusikan saat pagi.

Dia turut merespons keluhan soal siswa TK dan SD membatalkan puasa karena menerima MBG pagi hari saat Ramadan. Ia menilai hal itu merupakan tanggung jawab orang tua dan guru untuk memberikan edukasi.

"Kalau kita dari BGN, kenapa kita bagi saat sekolah kan untuk buka puasa, makanya makanan kering. Kalau soal membatalkan puasa, itukan masing-masing orang tua menuntun, di sini perannya lagi gurunya, (memberikan) edukasi," singkat Hasri.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads