Lansia di Polman Meninggal Usai Bantu Evakuasi Korban Kebakaran 37 Rumah

Sulawesi Barat

Lansia di Polman Meninggal Usai Bantu Evakuasi Korban Kebakaran 37 Rumah

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 01 Mar 2026 10:21 WIB
Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.
Foto: Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)
Polewali Mandar -

Pria bernama Muhammad (60) meninggal dunia saat kebakaran menghanguskan 37 rumah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Pria lanjut usia (lansia) itu meninggal diduga akibat kelelahan saat membantu mengevakuasi korban dan barang terdampak kebakaran.

"Ada yang meninggal, tapi rumahnya tidak masuk yang terbakar," kata Camat Balanipa, Abdul Malik kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

Malik mengatakan korban saat itu membantu mengevakuasi barang dari rumah yang terdampak. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi sempat angkat-angkat barang, mungkin kelelahan, sempat dibawa ke rumah sakit," paparnya.

Kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman.Sebanyak 173 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)

Dia menambahkan, para korban diamankan sementara di tenda darurat. Dapur umum untuk kesiapan logistik juga sudah didirikan.

ADVERTISEMENT

"Pendirian tenda penampungan sementara dulu, satuan Brimob juga sudah turun dengan dapur umumnya," ucap Malik.

Sementara salah satu warga, Fattah menyebut korban meninggal disemayamkan di rumah kerabatnya. Jenazah rencananya akan dimakamkan selepas salat Zuhur siang ini.

"Disemayamkan di rumah saudaranya di dusun sebelah. Rencana habis salat zuhur dimakamkan," imbuh Fattah.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran menghanguskan 37 rumah di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Sabtu (28/2) sekira pukul 20.30 Wita. Kebakaran terjadi saat warga sedang melaksanakan salat tarawih.

"37 unit yang terbakar. Rusak total 29, rusak berat 5 dan rusak ringan 3," ungkap Kepala Desa Galung Tuluk, Burhanuddin kepada wartawan, Minggu (1/3).

Kebakaran diduga bersumber dari api kompor yang lupa dimatikan salah satu penghuni rumah. Api dengan cepat berkobar di tengah permukiman padat penduduk.

"Kalau informasi itu dari dapur salah satu rumah warga, tapi sementara kosong itu rumah karena orangnya sementara pergi tarawih," imbuhnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads