Sempat Minus, Investasi Luwu Utara Kini Tumbuh 11% hingga Tembus Rp 5,8 T

Sempat Minus, Investasi Luwu Utara Kini Tumbuh 11% hingga Tembus Rp 5,8 T

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Kamis, 05 Mar 2026 19:06 WIB
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile. Dokumen Istimewa
Foto: Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile. Dokumen Istimewa
Luwu Utara -

Investasi di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), tembus Rp 5,8 triliun atau tumbuh sekitar 11,51% pada 2025. Capaian tersebut dinilai istimewa karena pada tahun sebelumnya investasi di daerah ini sempat mengalami kontraksi sebesar -0,76%.

"Data resmi BPS menunjukkan bahwa investasi di Luwu Utara pada tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan," ujar Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim kepada detikSulsel, Kamis (5/3/2026).

"Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 10,48% dan di triwulan pertama ini naik sebanyak 11,51%, setelah sempat kontraksi -0,76% pada 2024, yang mencerminkan total investasi meningkat dari Rp 5,270 triliun pada 2024 menjadi Rp 5,884 triliun pada 2025," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi Rahim mengatakan investasi pada 2025 meningkat sekitar Rp 614 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menilai kenaikan tersebut menegaskan bahwa iklim investasi di Luwu Utara semakin kuat, didukung pembangunan infrastruktur serta pengembangan kawasan produktif.

"Salah satu investasi terbesar di Luwu Utara pada 2025 yang menyebabkan tumbuh 11,51 persen adalah besarnya anggaran infrastruktur yang masuk di Luwu Utara hingga tumbuh sebesar 42,60 persen. Namun, hal tersebut bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Andi Rahim menambahkan pihaknya selama ini aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan di daerahnya. Banyaknya bantuan yang masuk juga menjadi salah satu faktor utama meningkatnya nilai investasi di Lutra.

"Alhamdulillah kita dapat banyak bantuan dari APBN dan APBD untuk jalan, infrastruktur, IJD, irigasi dan pabrik dari lobi itu. Kemudian ada juga sekarang ini infrastruktur non APBN dan APBD yakni CSR perusahaan swasta, yaitu pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 32 kilometer. Itu non APBD yang termasuk gerakkan infrastruktur kami," ujarnya.

"Pertumbuhan investasi sebesar 11,51% ini menjadi kunci utama di balik bergairahnya ekonomi Luwu Utara. Kenaikan ini tentu menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas daerah dan kemudahan perizinan yang ditawarkan pemerintah daerah," imbuhnya.

Dia berharap investasi yang masuk mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan efek domino bagi berbagai sektor ekonomi. Menurutnya, sektor UMKM juga harus merasakan dampak dari pertumbuhan investasi tersebut.

"Pemerintah daerah akan terus memastikan bahwa investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pembangunan berkelanjutan," tutupnya.

Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lutra 6,17 Persen

Andi Rahim menjelaskan bahwa meskipun indikator makro ekonomi Luwu Utara menunjukkan tren positif, tantangan pembangunan masih cukup besar. Pemerintah daerah harus memastikan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,17% dapat dirasakan hingga ke petani kakao dan pedagang kecil di pasar tradisional.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, termasuk konektivitas antarwilayah terpencil serta penguatan sumber daya lokal. Ini tentu tak mudah bagi Pemda untuk memastikan laju investasi 11,51% ini tetap Om Fira serta berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Sehingga ekonomi Luwu Utara harus terus tumbuh secara signifkan dari tahun ke tahun," harapnya.

Selain itu, Andi Rahim menyebut pertumbuhan ekonomi Luwu Utara yang saat ini masih didominasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan harus terus dipertahankan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang baik adalah pertumbuhan yang mampu menyentuh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

"Sektor pertanian, perkebunan dan perikanan kita saat ini dengan kontribusi sekitar 53,50 persen. Artinya, kekuatan ekonomi daerah tetap bertumpu pada potensi lokal dan ini menjadi hal yang harus dirawat," ujarnya.

Dia berharap pertumbuhan ekonomi tersebut dapat memperkuat daya saing Luwu Utara di tingkat provinsi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi juga menjadi indikator meningkatnya peluang kerja serta perputaran ekonomi lokal.

"Tentunya data pertumbuhan ekonomi ini menjadi penguatan sektor pertanian yang dimiliki Luwu Utara melalui produktivitas dan hilirisasi. Ini menjadi indikator arah pembangunan semakin terukur dan berdampak pada kesejahteraan," jelasnya.

"Insyaallah ke depan, Pemkab Luwu Utara akan terus memperkuat sektor unggulan, meningkatkan produktivitas, serta membangun infrastruktur pendukung agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya.




(hmw/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads