Kapal Motor (KM) Cipta Anugerah yang mengangkut 3.000 tabung gas LPG terbakar hebat setelah terjadi ledakan di Pelabuhan Rauf Rahman, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden itu menewaskan dua anak buah kapal (ABK).
Insiden nahas itu terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Kepala Bidang Damkar di Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Selayar Abdul Rahman mengatakan ada 5 ABK di atas kapal, dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya selamat.
"Terbakar, terbakar meledak kalau saya ya. Nama kapalnya KM Cipta Anugerah," kata Abdul Rahman kepada detikSulsel, Senin (16/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua korban tewas yakni kapten kapal bernama Aryadin (40) dan ABK bernama Jaya (40). Adapun tiga korban selamat yang mengalami luka, yakni Irfan (35), Ilham (33), dan Ihsan (45) telah mendapatkan perawatan medis.
Ledakan Terjadi Saat Kapal Diminta Bergeser
Rahman mengungkapkan ledakan terjadi saat kapal diminta bergeser karena ada kapal lain yang hendak bersandar di dermaga tersebut. Saat mesin dinyalakan, tiba-tiba muncul ledakan keras dari tumpukan ribuan tabung gas.
"Karena tempat untuk sandar kapal Dharma Kartika itu ditempati KM Cipta Anugerah, maka diminta untuk bergeser dari tempat itu, dari lokasi. Nah, pada saat itu, tiba-tiba ada ledakan," terang Rahman.
Pihak pemadam kebakaran menduga terjadi kebocoran gas yang dipicu korsleting listrik pada bagian mesin kapal. Kondisi palka kapal yang penuh sesak oleh tabung gas membuat tekanan udara menjadi sangat tinggi.
"Dikhawatirkan ada korsleting yang kemudian secara bersamaan juga ada kebocoran gas. Bahwa ada kebocoran gas, maka sedikit saja percikan, itu bisa langsung terbakar," jelasnya.
Selain memuat ribuan tabung gas, kapal tersebut juga mengangkut sejumlah drum berisi BBM. Hal inilah yang sempat menyulitkan petugas pemadam kebakaran saat melakukan proses pemadaman api.
"Dengan muatan hampir 3.000, kurang lebih tabung-tabung gas dari berbagai ukuran, dari 3 kg sampai mungkin 12 kg. Selain itu juga kapal itu memuat BBM jenis Pertalite dan Solar," ungkapnya.
Korban Terjebak Kebakaran
Rahman menuturkan api dengan cepat membesar dan menghanguskan kapal karena terdapat BBM. Korban Aryadin diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar setelah ledakan terjadi.
"Karena itu kebakaran minyak, dia tidak bersenyawa dengan air, jadi agak susah padam kan. Dan korban itu berada di tengah-tengah api itu," bebernya.
Sementara korban Jaya sempat dilaporkan hilang. Jaya merupakan KKM di KM Cipta Anugerah yang terjebak di dalam ruang mesin saat insiden nahas itu terjadi.
"Dia itu KKM (BAS). Dia turun menyalakan mesin dan ledakan itu dari mesin awalnya. Jadi dia terjebak di dalam kapal (saat meledak)," kata Danpos SAR Selayar Ronaldhi kepada detikSulsel.
Proses pencarian jenazah Jaya melibatkan tim SAR gabungan beserta relawan penyelam dari komunitas Selayar Dive Adventure. Tim penyelam harus melakukan penyisiran di beberapa titik di bawah air untuk menemukan tubuh korban.
"SAR bersama tim penyelam relawan dari Selayar Dive Adventure melakukan penyelaman di beberapa titik. Ditemukannya itu pukul 10.20 Wita. Ditemukan tidak jauh dari lokasi, TKP," jelasnya.
(hsr/hsr)










































