Perjuangan Pemudik di Barru Seberangi Sungai Pakai Perahu demi Ketemu Keluarga

Perjuangan Pemudik di Barru Seberangi Sungai Pakai Perahu demi Ketemu Keluarga

Ardiansyah - detikSulsel
Sabtu, 21 Mar 2026 07:10 WIB
Tangkapan layar warga menyeberang sungai pakai perahu demi bertemu keluarga di Barru.
Foto: Tangkapan layar warga menyeberang sungai pakai perahu demi bertemu keluarga di Barru. (dok Istimewa)
Barru -

Aksi sejumlah pemudik menyeberangi sungai demi bertemu keluarga di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Para pemudik itu terpaksa bertaruh nyawa menerjang arus sungai yang deras menggunakan perahu rakitan karena akses jembatan yang tak memadai.

Aksi itu terjadi di jalur penyeberangan dari Dusun Pare' menuju Botto Lampe, Kecamatan Tanete Riaja pada momen mudik Lebaran, Jumat (20/3/2026). Warga memilih memotong jalur sungai sepanjang 500 meter lantaran jalan darat yang ada saat ini kondisinya rusak parah dan jaraknya jauh.

"Memang cepat kalau lewat di situ (menyeberang sungai) sekitar 500 meter. Tapi bahaya karena banjir begitu, khawatirnya ada kejadian. Apalagi tadi air memang agak deras," ujar Korcam BPBD Tanete Riaja, Mas'ud kepada detikSulsel, Jumat (20/3/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minimnya perhatian pemerintah terhadap akses transportasi di wilayah itu membuat warga berinisiatif secara swadaya. Mas'ud mengungkapkan, perahu yang digunakan pemudik bukanlah jasa sewa, melainkan milik bersama hasil iuran warga.

"Tidak disewakan. Ada perahu khusus di situ, patungan warga untuk beli," kata Mas'ud.

ADVERTISEMENT

Fenomena itu selalu berulang setiap tahunnya, terutama saat arus mudik memuncak. Warga terpaksa menyeberang membawa barang bawaan memakai perahu.

"Itu masih berlangsung terus, apalagi kalau musim Lebaran. Orang mau ziarah ke kampung halamannya. Mudik dari Makassar, orang tuanya tinggal di sebelah," jelasnya.

Mas'ud mengungkapkan, ada akses jalan yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), namun kini kondisinya sudah tidak layak. Hal itu membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan jalur air yang berisiko tinggi.

"Tidak tersentuh peningkatan pembangunan dari pemerintah. Ada jalan dirintis tentara masuk desa, tapi sekarang sudah ada rusak," jelas Mas'ud.

Sebenarnya, terdapat akses jembatan di wilayah lain. Namun lokasinya dianggap tidak efisien bagi warga Pare'.

"Ada sebenarnya jembatan di Botto Lampe. Tapi memang akses jauh dari sana, meskipun bisa diakses motor," imbuhnya.

Kondisi air sungai yang kerap meluap secara tiba-tiba menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Jarak penyeberangan yang mencapai setengah kilometer itu sangat rawan jika terjadi banjir bandang.

"Banjir memang tadi air agak deras. Jarak penyeberangannya itu tidak sampai 1 kilometer, sekitar 500 meter," tuturnya.

Mas'ud pun berharap pemerintah segera melirik kebutuhan infrastruktur di titik ini. Dia menilai anggaran untuk membangun atau meningkatkan fasilitas penyeberangan di sana tidaklah terlalu besar dibanding nyawa warga.

"Sebenarnya ada perahunya Pak Desa itu bagus difungsikan, tapi harus ada personel itu yang didampingi," katanya.

Dia menegaskan pentingnya solusi permanen di jalur utama tersebut. Jembatan penyeberangan itu sudah perlu dibangun untuk kelancaran akses warga.

"Cukup ditingkatkan itu sebenarnya (jembatan). Tidak terlalu beberapa anggarannya kalau pemerintah mau bangun. Iya, memang di situ satu-satunya akses dari Pare' ke Botto Lampe," pungkasnya.

Dari video yang dilihat detikSulsel, terlihat ada 2 orang menaiki perahu berwarna hijau menyeberang sungai. Terlihat arus sungai itu mengalir cukup deras.

Warga itu tampak mendayung perahu menuju ke tepian. Sementara satu orang lainnya terlihat duduk di atas perahu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Terekam CCTV, Pria Bobol Konter HP di Sulsel Dibekuk Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads