Sebuah minibus rute Morowali-Makassar kedapatan overload dengan membawa 12 penumpang plus satu orang sopir, serta satu unit motor pada bagian atap. Polantas Polres Luwu yang menyetop kendaraan itu sampai dibuat syok oleh kelakuan sang sopir.
Dalam video beredar, tampak Kasat Lantas Polres Luwu AKP Sarifuddin sedang memeriksa mobil travel tersebut. Terlihat sopir mengakali keterbatasan kapasitas mobil dengan sengaja membiarkan pintu bagasi belakang terbuka.
Selanjutnya, sopir menambah kursi dengan dialasi terpal dan diikat tali rafia. Saat terpal dibuka, tampak sejumlah penumpang duduk berdesakan di dalam mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa ada penumpang begini dua?" ujar AKP Sarifuddin kepada sopir.
"Masempo (murah)," jawab sopir.
AKP Sarifuddin langsung menegur pengemudi yang melontarkan alasan tersebut. Petugas menekankan pentingnya keselamatan dibanding biaya sewa.
"Bukan masalah masempo (murah), keselamatan yang kamu utamakan," tegas petugas.
Tidak sampai di situ, terlihat barang bawaan menumpuk tinggi dan ditutup terpal biru. Bahkan ada satu unit sepeda motor yang diikat dengan tali melintang.
Polantas Pindahkan 4 Penumpang
AKP Sarifuddin mengatakan mobil itu disetop saat melintas di Kecamatan Belopa, Luwu, Rabu (18/3/2026). Dia menyebut mobil tersebut total membawa 13 orang termasuk sopir.
"Kejadian mines 3 hari sebelum lebaran, ini mobil pas melintas saya hentikan karena memang semua mobil penumpang kami hentikan untuk tes kesehatan gratis, ternyata di atas ada 13 orang sama sopir," kata AKP Sarifuddin kepada detikSulsel, Senin (23/3).
Sarifuddin mengaku sangat heran melihat kondisi mobil tersebut. Menurutnya, sopir mobil menambahkan 4 kursi pada bagian belakang untuk penumpang.
"Setelah kami hentikan, terus kursinya kami bongkar dan ini penumpang yang 4 saya tanyakan bilang saya carikan kendaraan, kami tanya kalau tidak ada nanti kami bantu. Daripada bahaya begitu, apalagi jaraknya ke Makassar masih lumayan jauh," jelasnya.
Kendati demikian, pihak kepolisian tidak menilang kendaraan tersebut. Ia menjelaskan, pos pengamanan kali ini bersifat kemanusiaan.
"Tidak ada sanksi, ini kegiatan kemanusiaan. Dia cuma mau pulang lebaran ama keluarganya, kami cuma rapikan mobilnya, karena khawatir dia kena musibah," tutupnya.
(hmw/ata)
