Final turnamen voli di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), diwarnai kericuhan hingga pertandingan terpaksa dihentikan. Kericuhan dipicu saweran penonton ke pemain yang dianggap mengganggu hingga para penonton terlibat baku pukul.
"(Pemicu keributan) saweran penonton kepada pemain voli dan oleh pihak pemain lain bahwa hal itu (dianggap) mengganggu jalannya pertandingan karena dilakukan dalam lapangan," kata Kapolsek Mambi, Iptu Samson kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa itu terjadi di Desa Mehalaan, Kecamatan Mehalaan, Mamasa pada Jumat (27/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, dua tim yang bertanding yakni tim Salulambu dan Transmigrasi Peduo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Yang baku pukul) pemain tidak terlalu, ini yang banyak melakukan penonton termasuk suporter," terang Simson.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam keributan ini. Menurutnya, kedua belah pihak yang terlibat keributan sepakat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah.
"Kalau korban pemukulan ada, tapi sudah selesai (penanganan) melalui musyawarah kemarin," ujarnya.
Dia menambahkan kedua tim yang sejatinya memperebutkan juara 1 dan 2 dalam turnamen itu sama-sama dijatuhi sanksi. Setelah pertandingan dihentikan, kedua tim dinyatakan juara 3 bersama.
"Kemarin kan sudah final. Sama-sama (kedua tim dinyatakan juara tiga)," imbuhnya.
Dalam potongan video dilihat BeritaKlik, tampak puluhan warga terlibat baku pukul dan saling tendang di tengah lapangan voli. Suasana yang sempat memanas itu membuat jalannya pertandingan terhenti.
Dalam video lain terlihat sejumlah warga bersama para pemain voli berupaya melerai dua kelompok massa yang terlibat keributan.
(hsr/asm)
