Gubernur Sulsel Bantu Selamatkan Kapten Kapal Asal Gowa Disandera Perompak

Gubernur Sulsel Bantu Selamatkan Kapten Kapal Asal Gowa Disandera Perompak

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 28 Apr 2026 16:14 WIB
Pihak Pemprov Sulsel mengunjungi keluarga kapten kapal tanker yang disandera perompak di perairan Somalia.
Foto: Pihak Pemprov Sulsel mengunjungi keluarga kapten kapal tanker yang disandera perompak di perairan Somalia. (dok. Istimewa)
Gowa -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman tengah mengupayakan langkah penyelamatan terhadap kapten kapal tanker minyak Honour 25, Ashari Samadikun (33) yang disandera perompak atau bajak laut di perairan Somalia. Pemprov Sulsel mengkoordinasikan perkara ini ke pemerintah pusat.

Andi Sudirman mengatakan, keluarga korban telah dihubungkan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kementerian Luar Negeri. Dia memastikan mengawal persoalan ini hingga Ashari dan seluruh kru kapal bisa dievakuasi dalam selamat.

"Kami telah menyambungkan keluarga korban dengan pihak Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri. Ini terus kami monitor perkembangannya," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas telah mengunjungi rumah keluarga korban di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Senin (27/4) malam. Kunjungan ini atas arahan gubernur Sulsel.

Jayadi menjelaskan, kunjungan tersebut untuk memastikan pendampingan kepada keluarga sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintah. Pihaknya juga memfasilitasi komunikasi keluarga korban dengan Wakil Menteri P2MI guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi korban.

ADVERTISEMENT

"Semalam kami berkunjung ke kediaman keluarga korban. Atas arahan bapak Gubernur, kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan kami sambungkan pihak keluarga dengan Wakil Menteri melalui telepon," jelas Jayadi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah disandera bajak laut sejak 21 April 2026. Ashari bertugas sebagai kapten kapal tanker yang mengangkut muatan minyak dari wilayah Uni Emirat Arab menuju Somalia.

Pada pelayaran sebelumnya, kapal tersebut mendapat pengawalan keamanan dan berjalan lancar. Namun pada pelayaran berikutnya, kapal tidak lagi dikawal sehingga diduga menjadi celah bagi aksi perompakan.

Jayadi menyebutkan, terdapat 18 awak kapal yang menjadi korban penyanderaan, dengan empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia, termasuk satu orang asal Sulsel. Kasus ini juga ditangani melalui jalur diplomasi pemerintah pusat dengan melibatkan otoritas terkait di kawasan perairan internasional.

Menurutnya, korban masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat. Kendati begitu, situasi tetap menjadi perhatian serius.

"Kehadiran kami untuk memastikan bahwa pemerintah hadir dan terus berupaya berkoordinasi agar ada mediasi sehingga korban dapat dilepaskan dengan selamat," ujarnya.

Dia menambahkan, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemprov Sulsel. Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu perkembangan resmi dari pemerintah.

"Orang tua korban berharap dan terus berdoa agar anaknya segera dibebaskan," imbuh Jayadi.

Kapten Kapal Sempat Video Call Istri

Sebelumnya diberitakan, istri kapten kapal Ashari Samadikun, Santi mengatakan, suaminya dan kru kapal masih diperlakukan baik tanpa adanya kekerasan. Namun dia menyebut situasi terkadang berubah jika para pembajak merasa terancam.

"Alhamdulillah kata suami saya mereka diperlakukan dengan baik. Cuma kadang situasinya menjadi berubah kalau bajak laut itu merasa akan diserang, di situ juga situasi berubah terhadap kru," beber Santi kepada wartawan, Senin (28/4).

Santi mengatakan masih sempat menjalin komunikasi dengan sang suami melalui panggilan video saat kapal dibajak perampok. Saat itu, dia melihat kapal sudah dipenuhi bajak laut dengan masing-masing menenteng senjata.

"Terakhir saya sempat video call sama suami saya dan keadaannya di situ sudah dipenuhi sama pembajak di atas kapal, dan mereka semua punya senjata masing-masing," jelasnya.




(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads