Situasi Mencekam Saat Kapal Tanker Bawa 4 WNI Disandera Perompak di Somalia

Situasi Mencekam Saat Kapal Tanker Bawa 4 WNI Disandera Perompak di Somalia

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 29 Apr 2026 09:45 WIB
Pihak Pemprov Sulsel mengunjungi keluarga kapten kapal tanker yang disandera perompak di perairan Somalia.
Pihak Pemprov Sulsel mengunjungi keluarga kapten kapal tanker yang disandera perompak di perairan Somalia. Foto: (dok. Istimewa)
Makassar -

Kapal tanker MT Honour 25 berisi 17 pelaut disandera bajak laut di perairan Somalia. Empat kru di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang dinakhodai oleh Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Istri Ashari, Santi Sanaya menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik pembajakan terjadi saat kapal berlayar dari Oman menuju Somalia sejak Selasa (21/4) malam. Saat itu, Ashari sempat memberi kabar bahwa kapalnya dikepung bajak laut.

Ashari mengirim pesan suara kepada sang istri melalui WhatsApp pada Selasa (21/4) sekitar pukul 19.30 Wita soal kapalnya diserang bajak laut. Santi yang mengetahui itu lalu langsung menelepon Ashari namun sudah tidak ada respons.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus selang beberapa jam, sudah tidak aktif HP-nya. Betul-betul putus komunikasiku sama dia (Ashari)," ujar Santi kepada wartawan di rumahnya di Desa Pacellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Senin (27/4/2026).

Ternyata, ponsel Ashari dan krunya disita perompak sejak hari pertama penyergapan. Namun pada Jumat (24/4), Ashari diberi kesempatan kelompok perompak menggunakan telepon kapal untuk menghubungi perusahaan dan keluarganya.

ADVERTISEMENT

Ashari lantas menghubungi istrinya dan bercerita banyak kepada Santi tentang hal-hal mengerikan yang terjadi selama penyergapan. Ashari mengaku beberapa kali ditodong senjata.

Menurut Santi, Ashari sempat mencoba menenangkan para perompak dengan mengatakan dirinya seorang Muslim saat situasi sudah terkepung. Dari situ situasi sedikit lebih baik.

"Suamiku sempat sambut (perompak) dengan 'Assalamualaikum, jangan tembak saya. Saya Muslim'. Terus itu perompak juga bilang 'kau Muslim ya?'. Suami saya bilang 'iya'. Terus itu perompak juga bilang 'saya juga Muslim'," kata Santi menirukan perkataan Ashari.

Pada Minggu malam (26/4), Ashari kembali menghubungi Santi. Saat itu Ashari mengabarkan para perompak sedang bernegosiasi dengan pihak perusahaan untuk meminta uang tebusan.

"Setelah itu suami saya bilang jangan hubungi saya lagi maupun di HP kapal karena takutnya nanti perompak yang pegang HP-nya," katanya.

Selama sepekan disandera, lanjut Santi, Ashari dan teman-temannya dalam kondisi sehat. Mereka masih diberi makan dan diizinkan beribadah.

"Cuma itu kapan merasa perompaknya terancam akan diserang itu tiba-tiba semuanya (akan Kembali) mencekam. Karena suamiku sempat beberapa kali ditodong senjata sama perompak," katanya.

Saat ini, kata Santi, Ashari dan teman-temannya dibawa ke dekat markas dari para perompak yang jaraknya sekitar tiga mil dari pantai. Mereka diawasi dengan ketat.

"Kurang lebih 30 orang sekarang perompaknya karena memang sudah dekat dengan markasnya," bebernya.

Diketahui, Kapal tanker MT Honour 25 berisi 17 pelaut. Mereka terdiri dari empat WNI yaitu, Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor. Sisanya, 11 warga Pakistan, satu warga Sri Langka, dan satu warga India.

Gubernur Sulsel Bantu Selamatkan Kru Kapal

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tengah mengupayakan langkah penyelamatan terhadap kapten kapal tanker minyak Honour 25, Ashari Samadikun (33) dan krunya. Pemprov Sulsel mengkoordinasikan perkara ini ke pemerintah pusat.

Andi Sudirman mengatakan, keluarga korban telah dihubungkan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kementerian Luar Negeri. Dia memastikan mengawal persoalan ini hingga Ashari dan seluruh kru kapal bisa dievakuasi dalam selamat.

"Kami telah menyambungkan keluarga korban dengan pihak Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri. Ini terus kami monitor perkembangannya," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jayadi Nas telah mengunjungi rumah keluarga korban di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Senin (27/4) malam. Kunjungan ini atas arahan gubernur Sulsel.

Jayadi menjelaskan, kunjungan tersebut untuk memastikan pendampingan kepada keluarga sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintah. Pihaknya juga memfasilitasi komunikasi keluarga korban dengan Wakil Menteri P2MI guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi korban.

"Semalam kami berkunjung ke kediaman keluarga korban. Atas arahan bapak Gubernur, kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan kami sambungkan pihak keluarga dengan Wakil Menteri melalui telepon," jelas Jayadi.

Halaman 2 dari 3
(asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads