Serangan buaya di Sungai Mandar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) semakin meresahkan. Kali ini seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Mustari (72) diterkam buaya ketika menyeberangi Sungai Mandar.
"Mau ke seberang, tiba-tiba muncul di sampingnya itu buaya," ujar salah satu warga, Haedir kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Korban diserang buaya saat menyeberangi sungai untuk memberi makan kerbaunya di Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Rabu (29/4) sekira pukul 16.00 Wita. Korban selamat setelah berhasil naik ke bantaran sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau nyeberang kasih makan kerbaunya di seberang sungai, untung sudah dekat ke pasir sempat naik lari. Setelah korban lari buaya juga langsung menghilang," terang Haedir.
Lanjut Haedir, serangan buaya menyebabkan pinggang belakang korban terluka hingga harus mendapat perawatan di puskesmas.
"Lukanya di pinggang bagian belakang, kayaknya ada 10 jahitan," ucapnya.
Menurut Haedir, pada hari yang sama buaya juga sempat mengejar seorang wanita pengumpul batu kerikil di sungai. Beruntung, buaya tersebut menjauh saat melihat bangkai binatang yang hanyut.
"Memang tadi pagi (buaya) sempat buru perempuan penggali kerikil di sungai, untungnya itu ada lewat bangkai binatang hanyut, akhirnya itu (buaya) kejar itu bangkai," bebernya.
Haedir berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini sebelum korban jiwa berjatuhan. Apalagi, buaya semakin masif menyerang warga baik malam maupun siang hari.
"Sudah sangat meresahkan, bahaya ini karena biar siang hari menyerang juga. Pemerintah harus segera menurunkan tim untuk atasi ini buaya, jangan sampai ada korban lagi," imbuhnya.
Pria Tewas Diterkam Buaya
Diketahui, seekor buaya berukuran sekitar 4 meter sebelumnya menerkam pria bernama Muhlis (50) saat mandi di Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kamis (23/4) sekira pukul 19.00 Wita. Korban ditemukan tewas setelah dilakukan pencarian sekitar 2 jam lamanya.
"Tadi malam itu dia ke sungai, kan aktivitasnya itu setiap hari kalau magrib dia ke sungai biasa mandi. Menghadap ke belakang langsung diterkam dari arah belakang," kata Lurah Tinambung, Ali Sadikin kepada wartawan, Jumat (24/4).
Menurut Ali, buaya sempat menyeret tubuh korban masuk ke dalam sungai. Korban terlepas dari mulut buaya setelah warga yang melakukan pencarian mendekat untuk mengevakuasi.
"Didapat itu buayanya sementara makan korban. Mungkin karena merasa terganggu warga akhirnya sempat dilepaskan, pada saat dilepas langsung berbondong-bondong warga ambil korban," terangnya.
Ali mengatakan, korban ditemukan setelah 2 jam dilakukan pencarian. Saat ditemukan, terdapat luka di dada dan leher korban akibat gigitan buaya.
"(lokasi penemuan) tidak begitu jauh, dekat ada sekitar 50 meteran. Luka di leher sama dada, luka gigitan (buaya)," ungkap Ali.










































