Seorang pria mencoba menangkap buaya dengan cara ditombak di pinggir Sungai Mandar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) viral di media sosial. Buaya itu diburu setelah 4 warga diserang saat beraktivitas di Sungai Mandar selama bulan April 2026.
"Iya, itu salah satu upaya yang dilakukan warga untuk menangkap buaya," ujar Lurah Tinambung, Ali Sadikin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (2/5/2026).
Ali mengatakan pria itu mencoba menombak buaya di pinggir Sungai Mandar, Kecamatan Tinambung, pada Jumat (1/5) sore. Warga berupaya melumpuhkan buaya tersebut karena keberadaannya semakin meresahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak salah itu kemarin sore. Sampai hari ini kita tetap berupaya melakukan penangkapan menggunakan media kerangkeng, pancing, tapi itu terbatas karena sampai saat ini belum ada buaya yang berhasil kita dapatkan," ungkapnya.
Diakui Ali, sejumlah personel Brimob Polda Sulbar juga ikut terjun untuk membantu warga menangkap buaya di Sungai Mandar. Namun hingga saat ini belum ada buaya yang tertangkap.
"Pihak Brimob sudah turun untuk membantu warga menangkap buaya tersebut," katanya.
Perwakilan Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar wilayah kerja Sulawesi Barat, Nuralim mendorong pemerintah setempat membentuk Satgas menangani buaya di Sungai Mandar. Dia menyebut buaya tersebut memungkinkan untuk dilumpuhkan karena telah membahayakan keselamatan warga.
"Karena ini buayanya masuk perlindungan terbatas dan ada kejadian manusia digigit dan meninggal, arahan dari pimpinan kami itu bisa dimatikan (buaya)," ujar Nuralim.
Dia mengaku telah menyampaikan hal tersebut saat melakukan monitoring di lokasi terjadinya serangan buaya pada Jumat (30/4). Kegiatan itu dilakukan bersama pemerintah setempat dan instansi terkait.
"Tadi saya sudah diskusi sama Pak Lurah, sama teman-teman DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Provinsi juga datang sama kehutanan. Jadi menurut saya memang perlu ada satgas penanganan ini (buaya)," ungkapnya.
Meski begitu, Nuralim tetap mengingatkan warga agar tidak sembarangan melumpuhkan buaya. Apalagi tidak semua buaya yang kerap terlihat di Sungai Mandar telah menyerang warga.
"Tapi setelah dimatikan harus ada berita acara dari pemerintah desa atau kelurahan, bahwa tanggal sekian telah dimatikan buaya dengan ukuran sekian. Kan katanya warga buaya yang sering terlihat ada 4 ekor," katanya.
Dalam potongan video beredar, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang berjemur di bantaran sungai. Seorang pria kemudian bersembunyi di semak-semak dengan memegang tombak.
Saat pria itu berlari untuk mendekat dan menombak buaya itu, dia terjatuh. Buaya kemudian langsung masuk ke dalam sungai.
(hsr/asm)










































