Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), memutuskan membatalkan kegiatan studi tiru Ikatan Istri Anggota (Ikatri) DPRD Pangkep di Bali. Agenda ini dibatalkan setelah menuai sorotan.
"Perjalanan studi tiru dibatalkan," kata Kadis DP3A-KB Pangkep Nurliah kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Nurliah mengakui batalnya kegiatan studi tiru oleh 21 istri anggota DPRD Pangkep itu setelah mendapat sorotan publik. Anggarannya pun rencananya akan dialihkan pada APBD Perubahan mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk pengalihan program menunggu di anggaran perubahan. Iye (agenda ke Bali dibatalkan setelah disorot)," ujarnya.
Pihak Ikatri, kata dia, menginginkan agar anggaran studi tiru itu diganti dengan program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Namun terkait perubahan kegiatan tersebut, DP3A-KB Pangkep akan mendiskusikan dengan Ikatri DPRD Pangkep dan badan anggaran terlebih dahulu.
"Ikatri ingin mengganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat buat masyarakat. Nanti dibahas di anggaran perubahan bersama Bagian Anggaran dan Ikatri," ujarnya.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep sebelumnya turut menyoroti agenda 21 istri anggota DPRD Pangkep studi tiru di Bali dengan menggunakan APBD. Kegiatan itu disarankan dibatalkan dan diganti dengan program prioritas lain.
"Kami sudah sarankan untuk tidak dilaksanakan karena masih banyak kegiatan yang lebih prioritas daripada kegiatan tersebut," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkep, Jhon Illef Malamassam kepada wartawan, Kamis (7/5).
Jhon Illef tidak menjelaskan lebih jauh terkait agenda istri anggota DPRD menggunakan APBD itu. Dia juga mengaku belum menerima informasi apakah kegiatan serupa sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
"Belum kami dapat informasi tentang tahun-tahun sebelumnya.," ucapnya.
Diketahui, DP3A-KB Pangkep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 148 juta untuk perjalanan itu. Selain itu, juga ada anggaran sekitar Rp 50 juta untuk kegiatan lain para istri legislator tersebut.
"Kalau untuk kegiatan studi tiru di Bali anggarannya Rp 148 juta. Selain itu ada juga Dharma Wanita Rp 50 juta tapi ini belum terlaksana kegiatannya," ujar Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep, Sundari kepada wartawan, Senin (4/5).
(asm/sar)










































