9 Fakta Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki Singapura-Jayapura

Maluku Utara

9 Fakta Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki Singapura-Jayapura

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Senin, 11 Mei 2026 08:00 WIB
Erupsi Gunung Dukono mengakibatkan 3 pendaki tewas.
Foto: Kolom abu berwarna putih kelabu kehitaman dari erupsi gunung api Dukono pada Sabtu (9/5/2026) (dok Pos PGA Dukono)
Halmahera Utara -

Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengakibatkan 2 warga negara asing (WN) asal Singapura dan 1 WN Indonesia asal Jayapura, meninggal dunia. Ketiga korban dievakuasi setelah jenazahnya ditemukan di tengah aktivitas vulkanik yang meningkat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Gunung Dukono meletus pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 07.41 WIT. Asap hitam membubung tinggi dengan ketinggian kolom abu mencapai 10 kilometer.

"Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik," kata Abdul Muhari dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nahasnya, erupsi Gunung Dukono membuat rombongan pendaki terjebak usai diduga melakukan pendakian secara ilegal. Dirangkum BeritaKlik, berikut 9 fakta erupsi Gunung Dukono berujung 3 pendaki tewas:

1. 5 Pendaki Luka Akibat Erupsi Gunung Dukono

Rombongan pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Dukono baru diketahui saat erupsi melanda. Awalnya, erupsi dilaporkan mengakibatkan 5 pendaki luka-luka.

ADVERTISEMENT

"Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka," ucap Abdul Muhari.

Dari hasil pendataan, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono. Sembilan pendaki di antaranya merupakan warga asal Singapura.

"Total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan WNA asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar," terangnya.

2. Pendaki Langgar Larangan Pendakian

Sebelum erupsi terjadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedianya telah melaporkan Gunung Dukono mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026. Situasi itu sudah ditindaklanjuti dengan penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono.

Larangan pendakian itu ternyata dilanggar lantaran rombongan pendaki berada di kawasan gunung api saat erupsi melanda. Abdul Muhari menyebut ada dugaan kelalaian dari penanggung jawab sehingga korban lolos dari pantauan.

"Dari hasil diskusi sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono," jelasnya.

Tim SAR gabungan lalu dikerahkan memulai penyisiran pada Jumat (8/5) siang. Proses pencarian dan evakuasi sejumlah pendaki dilakukan di tengah masih meningkatnya aktivitas vulkanik.

3. Gunung Dukono Ditutup Sejak April 2026

Larangan pendakian Gunung Dukono ternyata sudah diberlakukan sejak 17 April 2026. Penutupan total aktivitas pendakian tertuang dalam surat keputusan bernomor: 556/061 yang diterbitkan Dinas Pariwisata Halmahera Utara.

"Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa operator/pengelola/penyedia jasa atau pihak manapun dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun," beber Abdul Muhari.

Masyarakat dan pendaki/wisatawan juga dilarang untuk memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi PVMBG. Pemkab Halut kembali menegaskan penutupan total Gunung Dukono menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik dan insiden yang terjadi pada Jumat (8/5).

Penegasan itu tercantum melalui surat dengan Nomor 500.10.5.3/491 yang diterbitkan pada hari yang sama. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan penutupan jalur pendakian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Melalui keputusan tersebut, masyarakat maupun wisatawan diminta memperhatikan imbauan dari pemerintah daerah dan dilarang melakukan pendakian melalui seluruh jalur masuk menuju kawasan gunung," jelasnya.

4. Kendala Pencarian Pendaki Korban Erupsi

Dari hasil penyisiran, total 17 pendaki berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan 3 pendaki sempat dilaporkan hilang. Upaya pencarian sempat dihentikan karena aktivitas vulkanik yang terus meningkat.

"Operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah," ucap Abdul Muhari.

Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat berinisial RS. dan JA. turut membantu tim SAR gabungan. Keduanya memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

"Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan dengan pembagian dua tim operasi," tuturnya.

5. Pendaki Jayapura Dievakuasi Lebih Dulu

Tim SAR yang melanjutkan pencarian menemukan pendaki wanita dalam kondisi tewas pada Sabtu (9/5) sekitar pukul 14.30 Wita. Pendaki itu bernama Enjel yang merupakan warga asal Jayapura.

"Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah," ungkap Abdul Muhari.

Setelah menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.

"Namun demikian, tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan," jelasnya.

6. 2 WN Singapura Tertimbun Material Vulkanik

Dua pendaki lain yang sempat hilang ditemukan tewas pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5) sekitar pukul 13.00 WIT. Keduanya merupakan WNA asal Singapura bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).

"Proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan," kata Abdul Muhari.

Aktivitas erupsi Gunung Dukono saat itu masih berlangsung secara fluktuatif sehingga proses evakuasi dilakukan hati-hati. Penemuan dua korban terakhir itu menandai berakhirnya operasi SAR erupsi Gunung Dukono.

"Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut," paparnya.

7. 2 Pendaki Asal Singapura Tewas Berpelukan

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani menjelaskan, kedua jenazah pendaki asal Singapura ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Kedua jasadnya berada sekitar 13 meter arah utara dari bibir kawah.

"Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh," ungkap Iwan kepada BeritaKlik, Minggu (10/5).

Kedua jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk diautopsi. Penemuan dua jenazah terakhir korban erupsi Gunung Dukono mengakhiri operasi pencarian.

"Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR selesai. Saat ini seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih," imbuhnya.

8. Dugaan Kelalaian Pendakian Maut Diusut

Meski operasi SAR erupsi Gunung Dukono berakhir, polisi menyelidiki dugaan kelalaian di balik tragedi pendakian maut itu. Perkara ini diusut usai rombongan pendaki diduga melanggar larangan pendakian.

"Iya (ada dugaan kelalaian), inikan kita masih penyelidikan," ungkap Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu kepada BeritaKlik, Minggu (10/5).

Erlichson belum menjelaskan lebih jauh sehingga rombongan pendaki tersebut bisa lolos dari pantauan. Dia berdalih rombongan pendaki itu melakukan pendakian secara diam-diam.

"Kalau orang ngumpet-ngumpet naik gimana, apa kita bisa lihat juga. Yang pasti kan inikan dievaluasi, nanti kita perketat," tegasnya.

9. Polisi Periksa 6 Guide-Porter Gunung Dukono

Penyidik kepolisian hingga saat ini telah mengamankan sejumlah guide dan porter. Mereka menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan kelalaian yang dimaksud.

"Yang diperiksa 6 orang, guide-nya sama si porter. Ya kalau diamankan ini hanya statusnya masih saksi," imbuh Erlichson.

Kendati begitu, Erlichson memastikan ada dugaan pelanggaran di balik erupsi yang menyebabkan 3 pendaki tewas. Dia kembali menegaskan dugaan kelalaian masih diselidiki lebih lanjut.

"Kan bisa dinilai sendiri. Inikan (pendakian) dilarang, pasti kan lalai. Karena kan statusnya (Gunung Dukono) level II, Waspada," jelasnya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Tiga Jasad Pendaki Gunung Dukono Sudah Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads