Dalih Oknum Lurah di Pangkep Ngamar Bareng Staf Kelurahan karena Pekerjaan

Dalih Oknum Lurah di Pangkep Ngamar Bareng Staf Kelurahan karena Pekerjaan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 07:45 WIB
Oknum Lurah MA di Pangkep digerebek Satpol PP saat berduaan di penginapan.
Foto: Oknum Lurah MA di Pangkep digerebek Satpol PP saat berduaan di penginapan. (dok. istimewa)
Pangkep -

Oknum Lurah berinisial MA di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), digerebek berduaan dengan staf wanita inisial MRY di kamar penginapan. MA berdalih membahas urusan kantor karena stafnya itu bertugas mengurus administrasi terkait pertanahan.

Oknum lurah dan staf PPPK Paruh Waktu itu digerebek di penginapan Kampung Kalibone, Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Selasa (15/5) sekitar pukul 12.00 Wita. Keduanya digerebek oleh anggota Satpol PP setelah menerima laporan dari warga.

"Kami begitu menerima telepon dari pelapor ini, kami tindak lanjuti segera. Nah, kami pada saat itu langsung ketuk (pintu kamar) dan yang bersangkutan keluar saya panggil," ujar Kasatpol PP Pangkep, Hapiluddin saat dikonfirmasi detikSulsel, Rabu (27/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hapiluddin sempat meminta oknum lurah itu memberikan penjelasan terkait keberadaanya di penginapan berduaan dengan staf. Namun situasi di lokasi tidak kondusif, oknum lurah itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP.

"Saya bilang, apa kita bikin di situ Pak Lurah? Dia bilang, eh sekarang begini, kemasi barang-barang tak? Pulang ke sana, saya tunggu di kantor. Jadi begitu," katanya.

ADVERTISEMENT

Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pangkep kemudian turun tangan mendalami kasus oknum lurah tersebut. Oknum lurah itu menjalani pemeriksaan di kantor Satpol PP Pangkep pada Selasa (26/5).

"Jadi tadi saya sudah tanya penyidik PPNS Satpol, yang bersangkutan kemarin sore diperiksa lagi dan diambil keterangannya lagi sama penyidik," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, oknum lurah mengaku tidak berbuat yang macam-macam dengan stafnya. Hapiluddin menduga oknum lurah itu tidak sempat berbuat yang menyimpang karena petugas cepat bertindak.

"Dan dia menyampaikan bahwa tidak berbuat apa-apa (dalam kamar sama perempuan) sampai waktu kami datang. Karena mungkin posisi kami kemarin begitu menerima laporan langsung tindak lanjut secepatnya," bebernya.

Staf Wanita Kerap Damping Oknum Lurah

Hapiluddin mengungkapkan persoalan ini telah dimediasi di rumah oknum lurah tersebut pada Selasa (26/5). Mediasi dilakukan dengan mempertemukan oknum lurah, staf wanita dan istri sah dari oknum lurah tersebut.

"Saya sudah ambil keterangannya dua-duanya. Ini kan stafnya, ini katanya yang menangani bagian urusan administrasi masalah tanah di kelurahan," ujar Hapiluddin.

Staf wanita itu pun kerap mendampingi oknum lurah karena terkait pekerjaan. Oknum lurah menegaskan hanya membahas urusan kantor saat bersama staf wanita tersebut.

"Jadi memang memungkinkan selalu sama-sama pergi mengurus, karena kalau urus tanah kan harus hadir semua, termasuk dia dengan Pak Lurah. Begitulah keterangannya," katanya.

Meski alasan pekerjaan, Hapiluddin tidak menampik adanya kejanggalan mengenai lokasi pertemuan mereka di sebuah penginapan. Namun oknum lurah tidak memberikan penjelasan saat didesak terkait lokasi pertemuannya di penginapan.

"Itu salah satu pertanyaan (saya), kenapa mesti di penginapan. Itu saja (tidak ditanggapi)," singkatnya.

Lebih lanjut, Hapiluddin mengatakan istri oknum lurah itu syok membaca berita suaminya digerebek dengan stafnya sendiri. Namun istri oknum lurah itu memilih tidak memperpanjang persoalan dan menyelesaikan sendiri dengan suaminya.

"Sudah saya klarifikasi semua, sudah di ini (damaikan) semua. Ya itulah, mereka syok karena pemberitaan itu saja, pak lurah sudah anu (damai) dengan istrinya," ungkapnya.

Sementara PPNS Satpol PP Pangkep, Arga Indra Wansa mengaku turun langsung ke lokasi saat penggerebekan. Pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

"Begitu ada laporan masuk ke Pak Kasat, kami langsung bergerak ke lokasi di dekat Kalibone untuk konfirmasi. Sebagai aparat, kami tentu harus mendahului asas praduga tak bersalah," kata Arga.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "5 Warga Bekasi Diamankan Saat Buru Sapu-sapu di Jakpus Buat Dijual"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads