Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026 beserta Bacaan Niat-Keutamaannya

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026 beserta Bacaan Niat-Keutamaannya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Sabtu, 30 Mei 2026 12:45 WIB
Ilustrasi jadwal puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026 beserta bacaan niat dan keutamaannya.
Foto: Ilustrasi. (upklyak/Freepik)
Makassar -

Umat Islam kini berada pada bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pada bulan ini, salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan ialah Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.

Meski demikian, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah memiliki ketentuan khusus. Pasalnya, tanggal 13 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Tasyrik yang di mana umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Lantas, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026 dan bagaimana ketentuannya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026

Menurut pendapat dalam mazhab Syafi'i, puasa Ayyamul Bidh yang bertepatan dengan Hari Tasyrik dapat diganti pada 16 Dzulhijjah. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh pada bulan Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 14, 15, dan 16.[1]

Agar lebih jelasnya, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 2026 berdasarkan hasil sidang isbat penetapan resmi awal Dzulhijjah 1447 H:

ADVERTISEMENT
  • 14 Dzulhijjah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
  • 15 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026
  • 16 Dzulhijjah 1447 H: Selasa, 2 Juni 2026

Niat Puasa Ayyamul Bidh: Arab, Latin, dan Artinya

Adapun bacaan niat puasa Ayyamul Bidh ialah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah yaumul bidh (Hari Putih) karena Allah Ta'ala."[2]

Hadits Puasa Ayyamul Bidh

Anjuran melaksanakan puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada sejumlah riwayat hadits. Berikut beberapa hadits yang menjelaskan amalan sunnah tersebut:

Hadits Riwayat Bukhari #1

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلى بِثَلَاثَ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلَاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرِ

Artinya: "Kekasihku (yaitu Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2)mengerjakan shalat Dhuha, 3) mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari nomor 1178)

Hadits Riwayat Bukhari #2

Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari nomor 1979)

Hadits Riwayat Tirmidzi dan An Nasai #3

Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda padanya:

يَا أَبَا ذَرَ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR Tirmidzi nomor 761 dan An Nasai nomor 2425. Abu 'Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan)

Hadits Riwayat Abu Daud dan An Nasai #4

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Artinya: "Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah)." Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud nomor 2449 dan An Nasai nomor 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits Riwayat An Nasai #5

Dari Ibnu 'Abbas RA, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: "Rasulullah SAW biasa berpuasa pada Ayyamul Bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (HR An Nasai nomor 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)[3]

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya. Salah satunya adalah pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang masa karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan hingga 10 kali lipat.

Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh selama 3 hari bernilai seperti berpuasa selama 30 hari. Jika umat Islam istiqomah dalam mengamalkannya setiap bulan, pahalanya setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Keutamaan tersebut didasarkan pada sabda Rasulullah SAW berikut:

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمِ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِي عَنْ أَبِي ذَرِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا الْيَوْمُ بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثُ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Artinya: "Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Ashim Al Ahwal dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Abu Dzar dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh. Lalu Allah 'azza wajalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu (firman-Nya): Barang siapa yang melakukan satu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat. Satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari." (Abu 'Isa berkata: ini merupakan hadits hasan shahih)[1]

Itulah jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Dzulhijjah 2026 lengkap dengan ketentuan pelaksanaannya. Semoga bermanfaat!

Sumber:

1. Buku 'Fiqih Puasa' karya M Hasyim Ritonga
2. Buku 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa' karya Ustadz Ali Amrin al-Qurawy
3. Laman Muslim.or.id 'Puasa Tiga Hari Setiap Bulan dan Puasa Ayyamul Bidh'




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads