Gunung Awu Kepulauan Sangihe Masih Siaga, Warga Dilarang Dekati Kawah

Sulawesi Utara

Gunung Awu Kepulauan Sangihe Masih Siaga, Warga Dilarang Dekati Kawah

Abadi Tamrin - detikSulsel
Minggu, 31 Mei 2026 12:59 WIB
PVMBG kembali menetapkan status level III atau siaga untuk Gunungapi Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.
Foto: Gunung Api Awu di Kepulauan Sangihe, Sulut berstatus siaga. (Dok. PVMBG)
Kepulauan Sangihe -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menetapkan status level III atau siaga untuk Gunungapi Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Warga setempat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati kawah dalam radius 4 kilometer.

Berdasarkan pengamatan periode Minggu, 31 Mei 2026 pukul 06.00-12.00 Wita, Gunung Awu pada umumnya memiliki kondisi cuaca cerah, berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur.

"Suhu udara 25- 29°C dan kelembaban udara 70-80 %," tulis laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Awu yang diterima BeritaKlik, Minggu (31/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara berdasarkan pengamatan visual, Gunungapi Awu cerah kabut 0-I, kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.

ADVERTISEMENT

Pemantauan kegempaan menunjukkan terjadinya gempa vulkanik dangkal sebanyak 3 kali dengan durasi 6-15 detik. Sementara gempa tektonik jauh sebanyak 6 kejadian dengan durasi 42-489 detik.

"Gunung Awu Level III (Siaga)," tambahnya.

Sehubungan dengan tingkat aktivitas Gunung Awu, maka PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Awu.

PVMBG juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe," tutupnya.

Sebelumnya, PVMBG telah meningkatkan status Gunungapi Awu menjadi siaga sejak 20 Mei 2026. Saat itu, terjadi peningkatan gempa vulkanik dangkal yang mencapai 13 kejadian dan 12 kali gempa tektonik jauh.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads