Seorang istri kepala desa (kades) bernama Irmayanti di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terlibat cekcok dengan warganya yang protes gagal mendapat bantuan sosial (bansos). Warga tersebut mengaku bantuannya dialihkan ke orang lain secara sepihak oleh pemerintah desa.
Perselisihan itu yang terekam kamera hingga videonya viral di media sosial itu terjadi di Kantor Desa Rea, Kecamatan Binuang, Selasa (2/6). Warga yang melayangkan protes merupakan pasangan suami istri bernama Naharuddin dan Nurlina.
"Jadi permasalahan di kantor desa ini terkait adanya turun bantuan beras dan minyak goreng yang disalurkan oleh Bulog dari Badan Pangan Nasional untuk masyarakat miskin," kata Camat Binuang Andi Saggap Rahim kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saggap menjelaskan, pihaknya telah melakukan croscek kepada Kades Rea, Zaifullah terkait keributan itu. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pemerintah desa sengaja tidak menyerahkan undangan kepada Naharuddin yang tercatat sebagai calon penerima bantuan karena dianggap sudah tidak layak menerima.
"Pak desa tidak memberikan undangan kepada saudara Naharuddin (calon penerima bantuan) dengan alasan mau melakukan penggantian dengan melihat kondisi rumah yang ada sekarang ini," ungkapnya.
Saggap mengaku rumah warga tersebut memang sudah membaik setelah mendapat bantuan rehab dari pemerintah. Kendati begitu, dia menegaskan pemerintah desa tidak boleh serta merta mengalihkan bantuan.
"Kondisinya rumahnya sudah bagus, tapi Naharuddin ini berdasarkan data masuk dalam desil tiga sehingga sangat berhak mendapatkan bantuan itu," sambung Saggap.
Saggap menganggap Pemerintah Desa Rea keliru memutuskan pengalihan bantuan untuk Naharuddin kepada orang lain. Menurut dia, proses pengalihan bantuan tersebut harus mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kiranya (pemerintah desa) dapat melaksanakan amanah yang ada dan memberikan haknya Naharuddin dan tidak mengulangi perbuatan-perbuatan seperti ini, karena harus mengikuti juknis yang ditetapkan badan pangan nasional," jelasnya.
Saggap mengaku telah memberikan teguran kepada Irmayanti selaku istri Kades Re agar tidak mengulangi perbuatannya. Dia menyesalkan tindakan Irmayanti yang dianggap terlalu jauh mengurusi persoalan bantuan di desa.
"Yang kami sesalkan kenapa ibu desa lebih memahami persoalan daripada staf yang ada yang ditugaskan dalam hal itu (penyaluran bantuan). Sudah kami tegur secara lisan dan tertulis supaya ibu desa tidak berbuat seperti itu lagi," imbuh Saggap.
Dari video beredar, tampak dua orang wanita terlibat adu mulut di dalam ruangan kantor desa. Seorang wanita berbaju merah yang merupakan istri kades terlihat mencoba memberikan penjelasan perihal mekanisme dan syarat warga untuk menerima bantuan.
Namun penjelasan tersebut mendapat protes dari seorang warga karena tidak terima bantuan untuknya telah dialihkan untuk orang lain. Terlihat juga seorang pria berusaha meredam ketegangan melibatkan kedua wanita tersebut.
"Persoalan data betul, dari pemerintah datanya beliau, tapi ada kebijakan kepala desa untuk menggantikan karena sisi ekonomi. Jabatan kepada desa dipertaruhkan demi menggantikan," ujar istri kades dalam video.
(sar/ata)










































