Bocah SD berinisial HU (7) yang dilaporkan hilang di Sungai Maloso, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Tim SAR masih melanjutkan pencarian korban lain berinisial DA yang hingga kini belum ditemukan.
"Setelah menemukan satu korban pagi ini, Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian terhadap satu korban lain," kata Kanit Basarnas Polman, Ibrahim kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Mayat korban ditemukan mengapung di pinggiran sungai Maloso, Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Sabtu (7/6) sekira pukul 08.30 Wita. Jaraknya sekira 3,8 kilometer dari lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditemukan sekira 3,8 kilo dari lokasi kejadian. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut," terangnya.
Ibrahim menuturkan, mayat korban saat ditemukan dalam kondisi tengkurap. Korban tersangkut di pohon tumbang di pinggir sungai.
"Posisinya tengkurap, tersangkut di batang pohon yang tumbang," ujarnya.
Ibrahim menuturkan pencarian yang telah memasuki hari ketiga ini akan difokuskan di sekitar lokasi korban HU ditemukan. Pihaknya juga akan menyusuri muara sungai
"Kita akan fokuskan pencarian di sekitar lokasi penemuan kedua sambil terus menyusuri sampai ke muara sungai," pungkasnya.
Warga Gelar Ritual Pencarian Bocah Hilang
Diketahui, 3 bocah SD berinisial RA (7), HU (7) dan DA (7) dilaporkan hilang usia hanyut saat bermain di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Jumat (5/6) sekira pukul 08.30 Wita. Pada hari yang sama, 1 korban inisial RA berhasil ditemukan sekira 500 meter dari lokasi kejadian.
"Sempat dibawa ke Puskesmas Katumbangan, tapi tidak tertolong," salah satu warga, Jamal kepada wartawan, Jumat (5/6).
Dalam proses pencarian, warga juga menggelar ritual melepas seekor ayam putih, Sabtu (6/6) dengan harapan dua korban lainnya segera ditemukan. Warga yang dituakan, duduk di atas tikar sambil memanjatkan doa.
Seorang pria yang dituakan lalu bergerak menuju tepi sungai sambil membawa seekor ayam jantan berwarna putih yang kemudian dilepas. Sementara warga lainnya turut menyaksikan ritual tersebut.
"Ritual itu dilakukan dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan," kata salah satu warga, Mahmuddin kepada BeritaKlik di lokasi.
(ata/sar)










































