3 Temuan Bom Sisa PD II di Papua dalam Sepekan Usai Ledakan Maut di Biak

Papua

3 Temuan Bom Sisa PD II di Papua dalam Sepekan Usai Ledakan Maut di Biak

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Senin, 08 Jun 2026 08:00 WIB
Tim Jibom Polda Papua memusnahkan bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sekitar sungai di Jayapura.
Foto: Tim Jibom Polda Papua memusnahkan bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di sekitar sungai di Jayapura. (dok. Istimewa)
Jayapura -

Papua masih berada dalam ancaman bahaya pascaledakan ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II (PD) berujung maut di Kabupaten Biak Numfor. Alarm bahaya tersebut menguat setelah sejumlah bom ditemukan di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Jayapura dalam sepekan.

Rentetan bom itu ditemukan usai bom meledak di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026). Ledakan bom sisa PD II itu tidak hanya merusak puluhan bangunan namun juga mengakibatkan 6 orang tewas.

Keenam warga tewas, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51). Hingga saat ini, tim SAR gabungan juga masih mencari 3 korban yang masih hilang, di antaranya Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga H+7 pascaledakan, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak enam jenazah, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat konferensi pers kantor Pemkab Biak Numfor, Sabtu (6/6).

Tim Jibom Polda Papua merampungkan sterilisasi usai mengevakuasi sejumlah granat, amunisi hingga serpihan proyektil di tempat kejadian perkara (TKP) ledakan. Sejumlah potongan tubuh diduga korban ledakan juga telah diamankan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," tegas Ari.

Kendati begitu, risiko tidak hanya terjadi di lokasi ledakan bom di Biak Numfor. Warga juga diimbau waspada akan benda berbahaya atau bahan peledak lainnya usai temuan bom sisa PD II lain di tiga lokasi di Jayapura, sebagai berikut:

1. Temuan Bom Pesawat Saat Warga Cari Ikan

Penampakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di Jayapura.Penampakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan warga saat sedang cari ikan di sungai di Jayapura. (dok. Istimewa)

Sebuah bom sisa peninggalan Perang Dunia II awalnya pertama kali ditemukan di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (2/6) siang. Bom tersebut ditemukan warga saat sedang mencari ikan di sepanjang Kali Ariyau.

"Benda tersebut merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II dengan ukuran panjang sekitar 85 sentimeter, diameter 18 sentimeter dan berat kurang lebih 10 kilogram," kata Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick dalam keterangannya.

Seorang warga bersama rekannya awalnya hendak menggali tanah untuk membuat perangkap ikan di sepanjang Kali Ariyau. Warga pun dibuat panik saat menemukan bom yang mendadak mengeluarkan asap.

"Sesaat kemudian benda tersebut mengeluarkan asap. Menyadari adanya potensi bahaya setelah salah satu temannya menyebut benda itu sebagai bom, mereka segera meninggalkan lokasi," ujarnya.

Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua kemudian turun ke lokasi melakukan disposal atau pemusnahan. Usut punya usut, bom itu teridentifikasi berjenis Incendiary MK.28 USN (aircraft) alias bom pesawat.

"Benda yang ditemukan tersebut merupakan UXO jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft) yang diduga masih aktif dan memiliki potensi bahaya tinggi terhadap keselamatan masyarakat di sekitar lokasi," kata Dansat Brimob Polda Papua, Kombes Adarma Sinaga dalam keterangannya.

Tim Jibom memutuskan melakukan pemusnahan di lokasi karena bahan peledak itu berisiko tinggi apabila dipindahkan. Sisa material hasil disposal kemudian diamankan untuk penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.

"Penanganan UXO ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keselamatan masyarakat Papua. Saya mengapresiasi kerja keras personel di lapangan yang tetap mengedepankan keselamatan dan prosedur operasional," jelas Adarma.

2. Mortir Ditemukan Warga Saat Cangkul Kebun

2 mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan di Jayapura.2 mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan di Jayapura. Bom itu ditemukan warga saat sedang mencangkul kebun. (dok. Istimewa)

Bom diduga sisa PD II kembali ditemukan warga di Kabupaten Jayapura, Rabu (3/6) sekitar pukul 18.50 Wita. Lokasi penemuan tepatnya berada di samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu.

"Benar telah diterima laporan adanya dugaan temuan dua benda yang diduga mortir," ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Dua bom jenis mortir berukuran panjang itu ditemukan dalam kondisi berkarat dan dilapisi tanah yang mengering. Aparat yang menerima laporan penemuan bom itu langsung turun ke lokasi kejadian.

"Benda tersebut ditemukan warga saat melakukan aktivitas mencangkul di area kebun. Dari hasil temuan awal, benda diduga merupakan amunisi jenis mortir peninggalan Perang Dunia II," bebernya.

Aparat sempat menutup akses sekitar lokasi dan mengimbau warga agar menjauhi area temuan guna menghindari potensi bahaya. Tim Jibom Satbrimob Polda Papua lalu mengambil alih penanganan bahan peledak itu.

"Personel sudah melakukan langkah pengamanan awal dan akan dilakukan identifikasi serta penanganan oleh tim Jibom," tutur Cahyo.

Cahyo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mendekati lokasi. Dia mengingatkan warga agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga bahan peledak jika ditemukan.

"Penanganan sepenuhnya dilakukan oleh personel Jibom yang memiliki kompetensi. Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan benda serupa," harapnya.

3. Temuan Mortir Sisa PD II Diduga Terbawa Banjir

Penampakan bom diduga perang dunia II di Jayapura.Penampakan bom diduga perang dunia II di Jayapura. Bom itu diduga terbawa banjir saat ditemukan warga. (Dok. Istimewa)

Terakhir, bom sisa Perang Dunia II kembali ditemukan di kawasan Kompleks Warung, depan Perumahan Doyo Grand, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6). Bom jenis mortir itu ternyata sedianya ditemukan sekitar seminggu lalu di sekitar sungai kawasan Doyo Baru.

"Diduga benda tersebut terbawa arus banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut. Selain amunisi yang menyerupai bom, saksi juga menemukan dua proyektil yang menyerupai peluru," kata Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan dalam keterangannya.

Bom itu belakangan dipindahkan karena khawatir ditemukan dan dimainkan oleh anak-anak. Saksi memindahkan benda tersebut sejauh kurang lebih 15 meter dari lokasi awal penemuan dan meletakkannya di depan rumahnya untuk diamankan sementara.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, mortir tersebut diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan oleh seorang warga," ungkap Dionisius.

Bom jenis mortir tersebut lalu dievakuasi Tim Jibom Polda Papua pada Minggu (7/6) 11.05 WIT. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh benda berbahaya tersebut.

"Tim berhasil mengamankan satu buah bom jenis mortir dan memasukkannya ke dalam kendaraan dinas Den Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk dibawa ke lokasi yang aman guna penanganan lebih lanjut," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads