Tim SAR gabungan mengevakuasi 13 pendaki dari puncak Gunung Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Puluhan pendaki itu dievakuasi karena mengalami hipotermia, sesak napas hingga cedera.
"Telah mengevakuasi 13 orang pendaki karena mengalami hipotermia, sesak napas, dan cedera pergelangan kaki," ujar Kasi Operasi Basarnas Ambon, Azwan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Peristiwa itu terjadi Puncak Simalopu, Pegunungan Salahutu, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Senin (8/6) dini hari. Keberadaan para pendaki awalnya dilaporkan warga bernama Aksel pada pukul 22.45 WIT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi membahayakan jiwa manusia itu diteruskan oleh Aksel untuk meminta bantuan evakuasi. Tim SAR Basarnas Ambon kemudian mendatangi lokasi tersebut," jelasnya.
Tim SAR selanjutnya bersama masyarakat melakukan operasi SAR. Tim lantas dibagi menjadi tiga grup untuk mendaki dan evakuasi korban.
"Grup satu melaksanakan standby untuk membuka jalur komunikasi. Sementara grup dua dan tiga melakukan pendakian ke puncak Simalopu guna mengevakuasi seluruh korban," bebernya.
Azwan melanjutkan awalnya delapan pendaki berhasil dievakuasi, satu di antaranya mengalami hipotermia. Tak berselang lama, lima pendaki juga ditemukan mengalami cedera.
"Pendaki yang mengalami hipotermia lalu mendapatkan penanganan medis, termasuk juga pendaki lain mengalami sesak napas dan cedera pergelangan kaki," ungkapnya.
Azwan menuturkan dari 13 pendaki tiga di antaranya dievakuasi ke RSUD Tulehu menjalani penanganan medis. Dia mengatakan, mereka melakukan pendakian pada Jumat (6/6) pukul 12.00 WIT.
"Pada Minggu (7/6), mereka melakukan perjalanan turun dan mengalami trable. Kini seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," imbuhnya.
(hsr/asm)










































