Momen Gempa di Filipina Terasa Kuat di Sangihe Bikin Siswa-Guru Berhamburan

Momen Gempa di Filipina Terasa Kuat di Sangihe Bikin Siswa-Guru Berhamburan

Fistel Mukuan - detikSulsel
Selasa, 09 Jun 2026 10:41 WIB
Momen siswa dan guru berhamburan saat gempa Filipina terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Momen siswa dan guru berhamburan saat gempa Filipina terasa kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Foto: (dok. istimewa)
Kepulauan Sangihe -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Filipina turut dirasakan kuat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut). Guncangan tersebut membuat aktivitas ujian di SMK Negeri Tabukan Utara terhenti dan para siswa serta guru berhamburan menyelamatkan diri ke lapangan sekolah.

"Saat kejadian pihak sekolah tengah bersiap melaksanakan ujian akhir semester genap tahun pelajaran 2025-2026," kata guru SMK Negeri Tabukan Utara, Octavia Santi Markus kepada BeritaKlik, Selasa (9/6/2026).

Octavia menurutkan, saat kejadian, Senin (9/6) di sekolah akan dilaksanakan ujian akhir semester genap yang sudah berlangsung sejak pekan lalu dan dilanjutkan pekan ini. Pagi itu, para guru sedang mempersiapkan ujian mata pelajaran pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu kami semua guru dan pengawas sudah di dalam ruangan kelas sementara membuka sampul ujian, tiba-tiba ada gempa lalu kami arahkan anak-anak agar keluar di depan pintu," ujarnya.

Awalnya para guru berharap guncangan segera mereda sehingga kegiatan ujian dapat kembali dilanjutkan. Namun gempa justru semakin kuat sehingga proses evakuasi dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Bukannya berhenti malah lebih kuat gempanya sehingga anak-anak diperintahkan lari dan berkumpul di lapangan olahraga," katanya.

Octavia mengaku para siswa langsung berhamburan menuju lapangan demi menghindari risiko tertimpa bangunan sekolah. Dia menyebut lokasi sekolahnya termasuk rawan karena kondisi geografisnya.

"Mengingat kondisi sekolah kami tanah ditimbun sehingga kami takut karena rawan sekali," ungkapnya.

Di tengah proses evakuasi, sejumlah siswa terlihat menangis karena ketakutan. Meski ikut panik, para guru berusaha tetap tenang agar para siswa tidak semakin cemas.

Kepanikan semakin bertambah setelah muncul informasi adanya peringatan dini tsunami akibat gempa yang berpusat di Filipina tersebut. Tak lama kemudian, sejumlah orang tua datang menjemput anak-anak mereka.

"Pihak sekolah akhirnya mempersilakan siswa pulang ke rumah masing-masing," imbuhnya.

"Akibat gempa bangunan sekolah juga mengalami kerusakan, sejumlah dinding retak dan plafon bangunan rusak hingga runtuh," ucapnya.

Meski kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, para guru tetap diminta siaga di sekolah karena sedang berlangsung proses penerimaan murid baru. Sementara Octavia hari ini izin tidak masuk sekolah karena anaknya sakit.

"Sekolah kami dekat sekali dengan pantai, depan sekolah langsung jalan raya dan pantai," tutupnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads