Wabup Gowa Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Agar Bantuan Usaha Tepat Sasaran

Wabup Gowa Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Agar Bantuan Usaha Tepat Sasaran

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 10 Jun 2026 18:58 WIB
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (tengah) saat menghadiri acara Sensus Ekonomi 2026.
Foto: Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (tengah) saat menghadiri acara Sensus Ekonomi 2026. (dok. Istimewa)
Gowa -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi riil sektor usaha dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah. Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Darmawangsyah Muin pun mengajak semua pihak mendukung sensus itu agar bantuan usaha ke depan semakin tepat sasaran.

Hal itu ditegaskan Darmawangsyah saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (10/6/2026). Menurut Darmawangsyah, data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam mengukur perkembangan ekonomi masyarakat, termasuk mengevaluasi efektivitas berbagai program pemberdayaan dan bantuan bagi pelaku usaha.

"Sensus Ekonomi ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya," ujar Darmawangsyah dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmawangsyah mengajak masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Gowa, untuk mendukung proses pendataan yang akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas sensus nantinya akan melakukan pendataan langsung ke rumah tangga maupun lokasi usaha.

Darmawangsyah mengajak partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang benar. Hal ini akan membantu pemerintah memperoleh gambaran utuh mengenai potensi dan tantangan sektor ekonomi di daerah.

ADVERTISEMENT

"Data yang akurat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Darmawangsyah.

Sementara itu, Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun untuk mendata seluruh unit usaha, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar. Pelaksanaan sensus di Sulsel mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota, termasuk berbagai kalangan seperti pelaku usaha dan akademisi.

Sebanyak lebih dari 8.000 petugas akan diterjunkan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan untuk melakukan pendataan. Selain usaha yang memiliki lokasi fisik, sensus juga akan menjangkau aktivitas ekonomi berbasis digital yang berkembang di masyarakat.

"Sensus Ekonomi diharapkan menghasilkan basis data yang komprehensif sebagai landasan pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Aryanto.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dia menegaskan pendataan yang dilakukan merupakan sensus lengkap, bukan survei berbasis sampel, sehingga seluruh pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan. Data yang dikumpulkan juga dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Sensus ini penting untuk menghadirkan potret ekonomi yang utuh, termasuk usaha rumah tangga dan usaha yang dijalankan melalui platform digital. Hasilnya akan menjadi referensi bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran," ujar Amalia.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dia menilai data yang dihasilkan akan membantu pemerintah memetakan pelaku usaha serta memastikan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan bantuan dapat disalurkan secara lebih akurat.

Menurutnya, keberadaan data yang valid menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Terutama untuk mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat dan menentukan kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode pendataan langsung ke rumah tangga dan unit usaha di seluruh wilayah. Hasil sensus tersebut diharapkan menjadi basis data strategis bagi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Gowa.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads