Isyarat Bahaya Dilihat Baim Wong Sebelum Wisatawan Tenggelam di Apparalang

Isyarat Bahaya Dilihat Baim Wong Sebelum Wisatawan Tenggelam di Apparalang

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 11 Jun 2026 05:45 WIB
Baim Wong sempat berfoto di kawasan tebing Apparalang Bulukumba.
Foto: Baim Wong sempat berfoto di kawasan tebing Apparalang Bulukumba. (dok. Istimewa/IG Baim Wong)
Bulukumba -

Aktor sekaligus produser film, Baim Wong berduka atas meninggalnya wisatawan bernama Elmi Febrianti (19) usai tenggelam akibat terjatuh dihempas ombak di kawasan wisata tebing , Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Baim Wong ternyata sudah sempat melihat isyarat atau tanda bahaya di lokasi sehari sebelum insiden tragis tersebut.

Baim Wong awalnya datang ke Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sabtu (6/6/2026). Baim Wong sebagai sutradara datang bersama kru untuk melakukan survei lokasi syuting film terbarunya.

"Memang benar, sebelum kejadian tragis di Bulukumba, sehari sebelumnya saya ada di sana," ungkap Baim Wong dalam akun instagram resminya dikutip detikSulsel, Rabu (10/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari video yang diunggah di akun media sosialnya, Baim Wong terlihat menyusuri kawasan tebing Apparalang Bulukumba. Dari atas tebing yang diberi pagar pembatas, Baim Wong langsung menyoroti ombak besar yang menghempas karang di perairan Apparalang.

Dalam narasi videonya disebutkan ombak yang tinggi di lokasi tidak memungkinkan untuk melompat dari tebing tinggi ke laut. Skenario lompat ke perairan tersebut rencananya disiapkan sebagai salah satu adegan dalam film.

ADVERTISEMENT

Dia juga sempat mencoba spot foto di area dermaga Apparalang dan duduk pada sebuah papan panjang yang menjorok ke laut. Baim Wong langsung merasa ketakutan dan ogah bergerak jauh ke ujung papan karena khawatir terjatuh.

Baim Wong juga berdiskusi dengan kru dan warga setempat terkait kondisi pasang surut air laut di perairan Apparalang. Akhirnya, rencana adegan terjun ke laut dibatalkan karena situasi yang sangat riskan bagi pemeran film.

"Seharusnya direncanakan hari itu ada stunt yang mau melakukan terjun dari tebing Apparalang yang tingginya setahu saya 20 meter, tapi karena keadaan, mereka ngga berani," paparnya.

Baim Wong ogah mengambil risiko saat kondisi perairan Apparalang belum bisa dipastikan kapan akan normal kembali. Baim Wong tidak mau keselamatan krunya terancam di tengah ombak yang tinggi.

"Kita mengutamakan keselamatan walaupun sudah datang ke Bulukumba," tegas Baim Wong.

Elmi Jatuh Dihantam Ombak Saat Foto

Sehari setelah kunjungan Baim Wong, giliran wisatawan bernama Elmi dan keluarganya datang ke kawasan tebing Apparalang pada Minggu (7/6). Mirisnya, niat Elmi untuk menikmati liburan malah membuatnya kehilangan nyawa usai terjatuh dan tenggelam di perairan.

"Saya pribadi mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dari Elmi Febrianti. Semoga segala dosa-dosanya dihapuskan dan semua amal ibadahnya diterima di sisi Allah," kata Baim Wong.

Sebelum terjatuh ke perairan, Elmi awalnya turun ke tempat spot foto di tebing Apparalang sekitar pukul 14.30 Wita. Elmi duduk di sebuah papan panjang yang menjorok ke laut hingga ombak menghempas tubuhnya.

"Penyebab terkena hempasan ombak di pinggiran tebing tempat spot foto Apparalang dan membuat korban terjatuh," kata Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba Andi Hasbullah saat dihubungi, Minggu (7/6).

Elmi sempat terombang-ambing di laut usai terjatuh sebagaimana rekaman video viral di media sosial. Korban sempat melambaikan tangan meski tidak kunjung mendapat pertolongan hingga dinyatakan hilang.

Tim SAR pun dikerahkan melakukan pencarian menyusuri perairan di sekitar lokasi hilangnya korban. Pencarian membuahkan hasil namun Elmi ditemukan tewas pada hari yang sama dilaporkan tenggelam pada pukul 23.58 Wita.

"Korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia," beber Hasbullah.

Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Elmi Diusut

Polres Bulukumba pun turun melakukan penyelidikan usai menerima laporan keluarga korban. Penyelidikan untuk mengetahui secara objektif terkait kronologi kejadian hingga mengusut dugaan kelalaian di balik tewasnya korban.

"Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid saat dimintai konfirmasi, Selasa (10/6).

Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi memutuskan menutup kawasan Apparalang dengan pemasangan garis polisi di lokasi. Pihaknya menekankan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah insiden serupa.

"(Kawasan tebing Apparalang ditutup untuk) Mencegah kejadian berulang. Dan untuk kepentingan penyelidikan," ujar Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto yang dikonfirmasi terpisah.

Dugaan kelalaian di balik tragedi tenggelamnya wisatawan menguat setelah pengelola wisata dianggap tidak menerapkan standar keselamatan dan keamanan yang baik di lokasi. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Bulukumba pada Selasa (9/6).

"Saya melihat memang itu tidak ada sama sekali instrumen untuk menjaga keamanan pengunjung. Kan mestinya, saya analogikan begini, biasanya itu di pantai ada namanya penjaga pantai, karena itu SOP," kata Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris kepada detikSulsel.

RDP tersebut turut dihadiri unsur Dinas Pariwisata Bulukumba, pengelola wisata hingga tokoh masyarakat. Syahruni mengaku sudah pernah meninjau lokasi dan melihat langsung standar keselamatan dan keamanan di lokasi yang sangat minim.

"Semua garis pantai yang melibatkan banyak wisatawan itu harus ada SOP minimal ada penjaga, ada instrumen seperti ban atau pelampung yang sifatnya bisa menolong. Sementara itu tidak ada sama sekali. Saya pernah ke sana, memang hampir dibilang tidak ada," jelasnya.

Syahruni memastikan pihaknya mendorong agar dilakukan evaluasi pada kawasan wisata tersebut. Dia juga menawarkan opsi agar Pemkab Bulukumba mengambil alih pengelolaan kawasan tebing Apparalang dari pihak swasta.

"Ke depan kita akan melakukan penelusuran legal standing supaya ada penyelesaian status pengelolaan, baik swasta maupun pemerintah itu harus menyiapkan standarisasi keamanan," pungkas Syahruni.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Baim Wong Cerita Ade Rai Nolak Dibayar Main di Filmnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads