Mahasiswa FEB UMI Makassar Belajar Cara Atur Cuan dan Investasi Emas Digital

Mahasiswa FEB UMI Makassar Belajar Cara Atur Cuan dan Investasi Emas Digital

Iswandy Rusli - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 07:33 WIB
Mahasiswa UMI belajar cara atur cuan dan investasi emas digital. Dokumen Istimewa
Foto: Mahasiswa UMI belajar cara atur cuan dan investasi emas digital. Dokumen Istimewa
Makassar -

Ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar disuguhkan cara baru mengelola keuangan. Tak melulu soal teori di kelas, mereka diajak langsung mempraktikkan investasi emas secara digital.

Edukasi finansial ini dikemas dalam program 'Pegadaian Mengajar' yang berlangsung di Aula FEB UMI, Kamis (11/6/2026). Lewat kolaborasi ini, mahasiswa diajarkan melek finansial sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mengamankan aset masa depan.

Investasi sejak dini menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa diperkenalkan pada instrumen investasi yang dinilai aman dari guncangan inflasi, salah satunya adalah emas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Emas itu instrumen yang relatif stabil. Ini bisa jadi benteng buat melindungi nilai uang kita dari inflasi," kata Pimpinan Cabang Pegadaian Pasar Butung, Mubarak saat membagikan tips finansial di hadapan mahasiswa.

Menariknya, mahasiswa tidak perlu repot menyambangi gerai fisik untuk mulai menabung emas. Fokus pelatihan ini justru mendorong anak muda mengoptimalkan Aplikasi Emas Pegadaian.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Dekan FEB UMI Muhammad Syafi'i A. Basalamah, menilai sentuhan langsung dari praktisi industri seperti ini sangat krusial. Menurutnya, dunia kerja dan tantangan ekonomi nyata tidak bisa hanya dihadapi dengan modal teks buku.

Lewat pelatihan ini, para mahasiswa FEB UMI diharapkan tidak hanya sekadar paham teori manajemen keuangan, tetapi langsung action menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan melek finansial di lingkungan sekitar mereka.

"Mahasiswa butuh wawasan praktis dari pelaku industri. Ini sarana yang bagus untuk membangun kesiapan mereka menghadapi tantangan ekonomi ke depan," jelas Syafi'i.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads