Bupati Gowa Sidak Ritel, Wajibkan Gerai Akomodir 30% Produk UMKM Lokal

Bupati Gowa Sidak Ritel, Wajibkan Gerai Akomodir 30% Produk UMKM Lokal

Sahrul Alim - detikSulsel
Jumat, 12 Jun 2026 12:59 WIB
Bupati Gowa Husniah Talenrang melakukan sidak ke sejumlah ritel modern.
Foto: Bupati Gowa Husniah Talenrang melakukan sidak ke sejumlah ritel modern. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Gowa -

Bupati Kabupaten Gowa Husniah Talenrang mewajibkan seluruh ritel modern di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mengakomodir 30% produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di gerai masing-masing. Perizinan ritel yang tidak menjalankan kewajiban tersebut terancam dievaluasi.

Ultimatum itu disampaikan Husniah saat inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu gerai ritel modern di Limbung, Kecamatan Bajeng, Jumat (12/6/2026). Husniah memantau langsung gerai ini untuk memastikan syarat penyediaan kuota 30% untuk produk UMKM lokal di etalase.

"Ada (UMKM lokal diberdayakan), tapi saya tidak mau hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Jadi diberikan mereka tempat sesuai porsinya berdasarkan aturan minimal 30%. Saya lihat tadi masih sangat jauh dari aturan itu," kata Husniah kepada wartawan di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husniah menjelaskan, pemerintah daerah pada dasarnya membuka peluang investasi seluas-luasnya kepada ritel modern. Namun syaratnya harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

"Memang kami membuka kesempatan kepada investor untuk mau meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Gowa dengan catatan, ada catatannya, bahwa masyarakat di sekitarnya itu diberdayakan," jelas Husniah.

ADVERTISEMENT
Bupati Gowa Husniah Talenrang melakukan sidak ke sejumlah ritel modern.Bupati Gowa Husniah Talenrang mewajibkan ritel modern untuk mengakomodir 30% produk UMKM lokal. (Sahrul Alim/detikSulsel)

Menurutnya, salah satu bentuk pemberdayaan yang wajib dilakukan ritel adalah menyediakan ruang bagi produk UMKM lokal untuk dipasarkan. Selain itu, ritel juga diminta mempekerjakan warga Gowa sebagai karyawan.

"Karyawannya itu 70% orang Gowa baik di wilayah sekitarnya maupun di tempat lainnya di Gowa," tegas Husniah.

Husniah menyebut banyak produk unggulan dari UMKM lokal Gowa yang layak dipasarkan di ritel modern. Pihaknya meminta setiap gerai menyediakan etalase khusus bagi produk UMKM.

"Saya sudah minta tadi untuk menyiapkan gerai UMKM, dalam perjanjian kita sudah jelas," ucapnya.

Selain menyediakan ruang di dalam toko, ritel juga diminta memberi kesempatan kepada masyarakat berjualan di area depan gerai. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan kepada lingkungan sekitar.

"Tentu halaman ini bisa dipakai untuk masyarakat sekitarnya untuk berjualan. Banyak masyarakat yang ingin jualan tapi tidak punya tempat. Di sinilah gunanya Alfamart berdasarkan perjanjian bahwa memfasilitasi beberapa masyarakat yang bisa berusaha di depan gerai masing-masing," jelasnya.

Husniah memberikan tenggat waktu selama satu pekan kepada pengelola ritel untuk menyediakan fasilitas tersebut. Dia memastikan akan melanjutkan inspeksi langsung untuk mengevaluasi pelaksanaannya sambil mengecek izin gerai.

"Secepatnya, seminggu ini. Bahkan kalau kerja begini kan 2 sampai 3 hari selesai. Tetap kita tegas dalam hal pemberian izin, saya akan turun langsung ke lapangan mengecek karena ada beberapa informasi ada beberapa ritel yang tidak memiliki izin, namun sudah dibangun," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Muhammad Fajaruddin mengatakan, terdapat lebih dari 68 ribu UMKM di Gowa. Dari jumlah tersebut, sekitar 596 UMKM merupakan produk unggulan yang siap dipasarkan di ritel modern.

"Terkait dengan data UMKM di Gowa kalau kita merujuk dari data yang ada itu sebanyak 68 ribu lebih. Hanya saja yang menjadi unggulan kurang lebih 596, inilah yang akan kita bina untuk bekerja sama dengan gerai yang ada di Gowa," ujar Fajaruddin.

Menurut Fajaruddin, seluruh ritel modern di Gowa wajib menyiapkan ruang khusus untuk produk UMKM sesuai aturan. Sesuai arahan bupati, Fajaruddin menegaskan akan mengevaluasi ritel yang tidak menjalankan ultimatum ini.

"Sesuai apa yang disampaikan Ibu Bupati bahwa semua wajib untuk menyiapkan gerai 30% dari yang ada untuk kita masukkan UMKM. Saya kira bupati tegas, kalau ritel ini tidak menjalankannya tentu kita akan evaluasi terkait dengan izin," katanya.

Dia menambahkan produk UMKM yang berpotensi masuk ke ritel modern cukup beragam, mulai dari makanan hingga produk olahan rumahan. Fajaruddin memastikan kebijakan ini akan meningkatkan pendapatan warga sekitar.

"Saya kira banyak produk rumahan seperti misalnya olahan kacang, madu, makanan-minuman lainnya. Saya kira banyak sekali produk unggulan untuk masuk di ritel ini," pungkasnya.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads