Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengerahkan tim ahli dari Universitas Tadulako (Untad) untuk memeriksa Jembatan III yang ditutup usai retak akibat gempa magnitudo (M) 6,7. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelaikan jembatan itu.
"Untuk jembatan III tadi kita masih melakukan uji secara kasar, karena ditemukan ada beberapa retakan yang harus dilakukan uji oleh tim ahli," kata Hadianto usai meninjau Jembatan III Palu, Selasa (16/6/2026).
Tim ahli disebut akan melakukan pemeriksaan mulai sore ini. Dia berharap sudah ada keputusan untuk tindak lanjut terhadap kondisi jembatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim ahli akan melakukan uji di jam 5 ini untuk memastikan kondisi jembatan III ini apakah masih laik atau tidak untuk dimanfaatkan," tuturnya.
Hadianto juga sudah memantau sejumlah titik yang terdampak gempa di Palu. Dia mengakui sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat kejadian itu.
"Alhamdulillah dengan gempa yang cukup besar tadi kerusakan alhamdulillah belum ada angka yang besar, alhamdulillah masih kondisi baik dan normal," ucap Hadianto.
Pihaknya belum memastikan jumlah kerusakan dan warga yang mengungsi akibat gempa. Namun dia mengakui sejumlah warga dilaporkan masih khawatir kembali ke rumah.
"Untuk masyarakat yang belum merasa tenang, silakan dimana tempat yang dirasa nyaman, nanti diinformasikan kepada kami ke pemerintah nanti akan memberi atensi," jelasnya.
Penyebab Gempa Palu
Diketahui, gempa M 6,7 Palu terjadi pada 10.27 WIB atau 11.27 Wita, siang tadi. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.
BMKG mengungkap gempa bumi berkekuatan M 6,7 di Kota Palu akibat aktivitas Sesar Sausu. Dia memastikan peristiwa tersebut bukan karena Sesar Palu Koro yang memicu gempa M 7,5 pada 2018 silam.
"Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018," kata Kepala BMKG Wijayanto saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BMKG, Selasa (16/6).
Wijayanto menjelaskan Kota Palu memiliki cukup banyak sumber gempa atau sesar-sesar aktif. Selain Sausu dan Palu Koro, ada pula Sesar Ampana.
"Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Jadi misalkan nanti memicu sesar di sekitarnya bukan berarti nanti akan memicu gempa yang lebih besar, tentunya nanti hanya memicu gempa-gempa kecil saja," jelasnya.
(sar/ata)
