BMKG Catat 48 Gempa Susulan Palu Pascagempa M 6,7, Terbesar M 5,2

BMKG Catat 48 Gempa Susulan Palu Pascagempa M 6,7, Terbesar M 5,2

Rangga Musabar - detikSulsel
Selasa, 16 Jun 2026 19:38 WIB
Jembatan III Palu retak hingga ditutup sementara akibat gempa M 6,7.
Foto: Jembatan III Palu retak hingga ditutup sementara akibat gempa M 6,7. (Rangga Musabar/BeritaKlik)
Palu -

BMKG mencatat ada 48 gempa susulan usai gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dari puluhan gempa tersebut, gempa terbesar mencapai M 5,2.

"Hingga pukul 13.30 Wita, hasil monitoring BMKG telah terjadi 48 aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan terbesar M 5,2," kata Kasi Observasi BMKG Geofisika Palu, Bambang Haryono kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Bambang menegaskan, pihaknya masih memonitor gempa bumi susulan. Pihaknya akan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat secara berkala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Imbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu, menghindari bangunan yang retak akibat gempa utama, khawatirnya gempa susulan akan menjadi lebih parah lagi walaupun gempanya cukup kecil," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, skala intensitas kekuatan gempa susulan mulai menurun. Kendati begitu dia turut meminta warga tetap waspada.

ADVERTISEMENT

"Moga-moga insyaallah tidak ada lagi susulan dan saya meminta masyarakat untuk tenang menghadapi situasi ini. Kita sudah pernah berhadapan dengan kondisi seperti ini," ucap Hadianto.

"Untuk itu saya meminta kepada masyarakat untuk tenang, jangan sampai misalnya ada istilahnya itu informasi-informasi cepat kepada kita terkait hal-hal yang menjadi perhatian dan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Hadianto mengaku sudah meninjau beberapa titik yang terdampak gempa. Dia menganggap warga Palu cenderung tenang dalam menghadapi situasi ini.

"Alhamdulillah, saya juga melihat masyarakat kita cukup tenang ya. Saya meminta hal ini terus dijaga bahwa insyallah moga-moga gempa yang terjadi insyaallah tidak kembali lagi dalam waktu dekat," ucapnya.

Pihaknya sudah mengerahkan tim BPBD maupun seluruh satuan tugas untuk mengidentifikasi dampak gempa termasuk korban yang kemungkinan mengungsi. Dia memastikan gempa di Palu tidak menimbulkan korban jiwa.

"Sejauh ini informasi terkait korban jiwa, alhamdulillah belum, dan memang informasi terkait dengan kerusakan-kerusakan kecil akibat gempa tadi pagi, tapi masih dalam hal-hal yang memang wajar ya, karena gempa yang dirasakan oleh bersama kita tadi cukup besar," jelasnya.

Dia menambahkan salah satu infrastruktur yang terdampak ada Jembatan III Palu. Jembatan itu terpaksa ditutup lantaran mengalami keretakan hingga dikhawatirkan membahayakan jika dilintasi pengendara.

"Jembatan III mengalami kerusakan yang mungkin tidak bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu kita melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi Jembatan III," imbuh Hadianto.

Diketahui, gempa M 6,7 Palu terjadi pada 10.27 WIB atau 11.27 Wita, siang tadi. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Kepala BMKG Wijayanto menegaskan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Kota Palu akibat aktivitas Sesar Sausu. Dia memastikan peristiwa tersebut bukan karena Sesar Palu Koro yang memicu gempa M 7,5 pada 2018 silam.

"Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palukoro seperti gempa di 2018," kata Wijayanto saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BMKG, Selasa (16/6).




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads