Siswa SD-SMP di Palu Belajar Daring Selama 3 Hari Usai Gempa M 6,7

Siswa SD-SMP di Palu Belajar Daring Selama 3 Hari Usai Gempa M 6,7

Rangga Musabar - detikSulsel
Rabu, 17 Jun 2026 15:00 WIB
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Foto: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. (Rangga Musabar/BeritaKlik)
Palu -

Pemkot Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) memutuskan siswa SD dan SMP belajar daring dari rumah usai gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7. Proses belajar mengajar dialihkan secara daring selama 3 hari sambil menunggu kondisi kembali kondusif.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menetapkan kebijakan siswa SD dan SMP belajar daring dimulai pada Rabu (17/6) hingga Jumat (19/6). Para siswa diminta tidak datang ke sekolah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan di tengah aktivitas gempa susulan yang masih intens.

"Mulai hari ini, untuk sementara anak-anak tidak masuk sekolah terlebih dahulu. Nanti pembelajaran akan dilakukan secara daring," ujar Hadianto kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Hadianto menegaskan, kebijakan tersebut diambil untuk memberikan rasa aman kepada para siswa. Hal ini juga memberi ruang bagi pemerintah memantau perkembangan aktivitas kegempaan yang masih berlangsung di wilayah Palu dan sekitarnya.

"Khusus anak-anak kita, mereka memang memerlukan pendampingan dari orang tua dalam situasi seperti ini," ujarnya.

Hadianto memastikan kondisi Kota Palu secara umum masih terkendali. Hasil asesmen sementara menunjukkan tidak ada kerusakan signifikan yang mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.

"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak gelisah. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan benar," imbuh Hadianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, BNPB mencatat total 1.254 rumah dilaporkan rusak dan 76 warga lainnya luka-luka. Data tersebut berdasarkan laporan sementara yang dihimpun hingga Rabu (17/6) pukul 04.00 Wita. Ribuan rumah rusak dan puluhan korban luka akibat gempa tersebar di Palu, Sigi, Parigi Moutong hingga Poso.

"Untuk korban meninggal dunia terdata saat ini 1 orang di kabupaten Sigi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

Gempa M 6,7 juga dilaporkan memicu longsor di Sigi dan Poso. BNPB masih memastikan dampak akibat longsor meski diklaim kejadiannya jauh dari permukiman warga.

"Ini akan kita konfirmasi apakah dampaknya secara langsung ada yang berdampak langsung kepada masyarakat atau tidak. Karena dari laporan visual yang kita dapatkan itu posisi longsoran cukup jauh dari pemukiman masyarakat," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads