- Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Bacaan Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram Bacaan Niat Puasa Asyura 10 Muharram
- Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
- Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura 1. Menghapuskan Dosa Setahun 2. Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi 3. Puasa Terbaik Kedua setelah Ramadan 4. Pahala Setara 10 Ribu Orang Berhaji
Puasa Tasu'a dan Asyura merupakan salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam di bulan Muharram. Puasa Tasu'a dikerjakan pada tanggal 9 Muharram sementara puasa Asyura dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.
Menyadur buku Panduan Puasa oleh Fakhrizal Idris, puasa Asyura adalah puasa yang paling utama pada bulan Muharram. Hari tersebut menyimpan peristiwa penting ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta pengikutnya dari kejaran Fir'aun dan bala tentaranya.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari tersebut. Rasulullah menganjurkan agar umat Islam juga berpuasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai pembeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai panduan bagi detikers, berikut bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura, lengkap dengan keutamaannya.
Simak selengkapnya yuk!
Mengutip buku Kelender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid berikut masing-masing niatnya:
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
Bacaan Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.
Bacaan Niat Puasa Asyura 10 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 9 Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu, 24 Juni 2026, sementara 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026.
Tanggal tersebut juga sejalan dengan penetapan awal Muharram oleh Muhammadiyah yang terdapat pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dengan demikian, puasa Tasua dan Asyura bagi pemerintah dan Muhammadiyah dilaksanakan pada tanggal yang sama.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 melalui Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026. Karena awal Muharram versi NU berbeda satu hari, maka jadwal puasa Tasua dan Asyura bagi warga NU juga bergeser satu hari.
Berikut jadwal lengkap puasa Tasu'a dan Asyura tahun 2026:
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura Pemerintah dan Muhammadiyah
- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura NU
- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura
Puasa Tasu'a dan Asyura dianjurkan bagi umat Islam karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut beberapa keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura sebagaimana dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha.
1. Menghapuskan Dosa Setahun
Jika seorang muslim melaksanakan pada hari Asyura, maka dia akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil yang dilakukannya setahun ke belakang.
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW:
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
"Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa 'Asyura? Beliau menjawab, "Puasa 'Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
2. Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi
Sebagaimana telah disebutkan, puasa Tasu'a dianjurkan dilaksanakan sebelum puasa Asyura sebagai pembeda (tasyabbuh) dari ritual bangsa Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.
Dari Ibnu Abbas RA berkata:
"Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya, 'Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!" (HR Bukhari)
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA berkata bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan puasa hari 'Asyura, beliau memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.
"Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani." Lantas beliau mengatakan,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
"Apabila tiba tahun depan -insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan." Ibnu Abbas mengatakan,
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
"Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia." (HR. Muslim)
3. Puasa Terbaik Kedua setelah Ramadan
Muharram sebagai salah satu bulan Mulia dalam Islam sekaligus bulan pembuka dalam kalender Hijriah menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada bulan ini juga umat Islam dianjurkan berpuasa Asyura yang merupakan puasa terbaik setelah Ramadhan.
Hal ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW suatu hari pernah ditanya:
"Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?", kemudian Rasulullah menjawab, "Yaitu salat di tengah malam." Lalu ada lagi yang bertanya kepadanya, "Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadan?", dan Rasulullah bersabda, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
4. Pahala Setara 10 Ribu Orang Berhaji
Mengutip detikHikmah, pahala orang yang berpuasa Asyura setara dengan 10 ribu orang berhaji. Keutamaan tersebut sebagaimana dimuat dalam kitab Fadha 'Ilul Quqat (Edisi Indonesia) karya Imam Baihaqi yang diterjemahkan oleh Muflih Kamil.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."
Nah, demikianlah penjelasan mengenai bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura, lengkap dengan keutamaannya. Semoga bermanfaat!
(urw/urw)
