Pria lanjut usia (lansia) berinisial HR (64) yang ditemukan meninggal usai check-in bareng wanita di wisma Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga karena serangan jantung. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga meyakini bahwa korban meninggal akibat penyakit jantung yang selama ini diderita," kata Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir saat dihubungi BeritaKlik, Kamis (18/6/2026).
Herman mengatakan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) atas permintaan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istri dan anaknya (korban) bertempat tinggal di Makassar," katanya.
Herman mengatakan dokter di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju sempat melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah korban. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Kemarin pihak dokter RS Bhayangkara hanya melakukan pemeriksaan fisik luar dan tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan," bebernya.
Di sisi lain, personel Reskrim telah mengamankan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi wanita yang menginap di wisma bersama korban. Polisi masih mencari keberadaan wanita tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
"Dari semalam diambil CCTV-nya dan direkam ulang dan sudah dicetak foto perempuannya dan dicocokkan ke Capil, siapa tahu bisa muncul identitasnya," imbuh Herman.
Diketahui, HR yang merupakan karyawan mal ditemukan tidak bernyawa di kamar wisma Jalan Pengayoman, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju pada Rabu (17/6) sore. Korban pertama kali ditemukan karyawan wisma dalam kondisi telentang.
Berdasarkan keterangan saksi, korban pada malam sebelumnya datang bersama seorang wanita lalu memesan kamar. Saksi terakhir kali melihat teman wanita korban sekitar pukul 13.00 Wita, siang.
"Penemuan sesosok mayat di salah satu kamar wisma. Korban diketahui merupakan karyawan Mal Matos," kata Iptu Herman dalam keterangannya, Rabu (17/6).
(hsr/sar)
