Puasa Tasua dan Asyura 2026: Jadwal, Niat, hingga Dalil Anjurannya

Puasa Tasua dan Asyura 2026: Jadwal, Niat, hingga Dalil Anjurannya

Iswandy Rusli - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 06:20 WIB
Mosques dome on dusk sunset sky and crescent moon symbol religion of Islamic free space text with Ramadan month, Eid Al Adha, Eid Ul Fitr, Muharram
Foto: Getty Images/iStockphoto/Sumetha Suebchat
Makassar -

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram. Lantas kapan puasa Tasua dan Asyura? Serta bagaimana niat dan dalil anjurannya?

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Bahkan, puasa sunnah di bulan ini merupakan puasa sunnah paling utama dan sangat dianjurkan. Menyadur buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah,

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara puasa-puasa sunnah di bulan Muharram, puasa Tasua dan puasa Asyura yang sangat dianjurkan. Puasa Tasua merupakan puasa yang dilaksanakan pada 9 Muharram, sementara puasa Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada 10 Muharram.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, tanggal 9 Muharram 1448 H jatuh pada 24 Juni 2026 dan tanggal 10 Muharram 1448 H bertepatan dengan 25 Juni 2026. Maka, puasa Tasua dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026 dan puasa Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Jadwal ini juga selaras dengan jadwal Muhammadiyah. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 9 Muharram 1448 H jatuh pada 24 Juni 2026 dan 10 Muharram pada 25 Juni.

Sementara itu, jadwal puasa Tasua dan Asyura versi Nahdlatul Ulama lebih lambat sehari. Hal ini berdasarkan penetapan 1 Muharram 1448 H yang jatuh pada 17 Juni 2026, sebagai mana tertuang dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026.

Dengan demikian puasa Tasua 9 Muharram versi NU jauh pada Kamis, 25 Juni 2026 dan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.

Jadwal Puasa Puasa Tasua Puasa Asyura
Pemerintah Rabu, 24 Juni 2026 Kamis, 25 Juni 2026
Muhammadiyah Rabu, 24 Juni 2026 Kamis, 25 Juni 2026
Nahdlatul Ulama Kamis, 25 Juni 2026 Jumat, 26 Juni 2026

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Sebagaimana puasa sunnah pada umumnya, puasa Tasua dan Asyura juga wajib diawali dengan berniat. Adapun bacaan niat yang dapat dilafalkan sebagai berikut sebagaimana dikutip dari dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun:

Bacaan Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.

Dalil Anjuran Puasa Tasua dan Asyura

Melansir laman Muhammadiyah, berikut dalil anjuran puasa Tasua dan Asyura:


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهماُ قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ [رواه البخاري]

"Dari Ibnu Abbas RA, 'Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW membiasakan berpuasa pada suatu hari yang lebih diutamakan dari hari lainnya kecuali hari ini, yaitu hari Asyura, dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan.'" [HR al-Bukhari]

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menempatkan puasa 'Asyura' pada posisi istimewa meskipun sifatnya sunnah. Hal ini menggambarkan betapa besar nilai spiritual dari puasa ini di sisi Allah SWT.

Tidak hanya puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasua, yaitu puasa pada hari kesembilan Muharram, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ [رواه مسلم وأبو داود]

"Dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.' Rasulullah SAW bersabda, 'Kalau begitu, Insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari kesembilan.' Namun, sebelum tahun depan tiba, Rasulullah SAW telah wafat." [HR Muslim dan Abu Dawud].




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads