Tata Cara Baca Doa Asyura, Simak Panduan Lengkap serta Keutamaannya!

Tata Cara Baca Doa Asyura, Simak Panduan Lengkap serta Keutamaannya!

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 17:21 WIB
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi doa Asyura (Foto: @jcomp Freepik)
Makassar -

Membaca doa Asyura adalah salah amalan yang dianjurkan ketika masuk Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram kalender Hijriah. Mengutip laman Muhammadiyah, Hari Asyura ini merupakan hari istimewa karena memiliki nilai spiritual dan sejarah yang kuat.

Umat Islam dianjurkan menghidupkan Hari Asyura dengan amalan saleh untuk memperoleh keistimewaannya. Salah satu amalan yang dapat dikerjakan yaitu membaca doa Asyura.

Lantas, bagaimana tata cara baca doa Asyura? Simak berikut ini panduannya lengkap dengan bacaan dan keutamaannya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Cara Baca Doa Asyura

Menyadur buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa asyura dapat dibaca secara langsung atau diawali dengan sholat sunnah terlebih dahulu.

Jika diawali dengan sholat sunnah, sholat dilakukan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Pada setiap rakaat, dianjurkan membaca surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sebanyak 50 kali.

ADVERTISEMENT

Setelah melaksanakan salat sunah tersebut, baru dilanjutkan membaca doa Asyura. Doa Asyura dianjurkan dibaca sebanyak 7 kali, namun lebih utama dibaca sebanyak 70 kali.

Berikut panduan cara baca doa Asyura:

  • Diawali dengan melaksanakan sholat sunnah 4 rakaat dengan 2 kali salam;
  • Pada setiap rakaat membaca surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sebanyak 50 kali;
  • Setelah salam, dilanjutkan membaca doa asyura;
  • Doa asyura dianjurkan dibaca 7 kali, namun lebih utama 70 kali.

Bacaan Doa Asyura: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut bacaan doa Asyura selengkapnya dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ. وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Hasbunallaah wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal 'arsyi. Laa malja-a minallaahi illaa ilaihi subhaanallaahi 'adadasy syaf'i wal witir. Wa 'adada kalimatillaahit taammaati kullaha, nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wahuwa hasbunaa wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallam.

Artinya: "Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maha Suci Allah sepenuh mizan (timbangan), setinggi ilmu, sebanyak keridhaan, dan setimbang 'Arsy. Tiada tempat untuk menyelamatkan diri, dan tiada tempat untuk bersandar, melainkan kepada Allah. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat yang sempurna kesemuanya. Saya memohon keselamatan kepada-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan, tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Cukuplah Allah yang memeliharaku, tempatku berpegang, dan sebaik-baiknya Pemberi pertolongan. Semoga Allah memberikan rahmat atas nabi kita, penghulu kami, Muhammad. Kemudian, juga kepada keluarga dan para sahabat nabi ke semuanya."

Keutamaan Membaca Doa Asyura

Doa Asyura dianjurkan untuk dibaca karena memiliki keistimewaan. Imam Ibnu Hajar al-Asyqalani menjelaskan, apabila seseorang membaca doa Asyura sebanyak 41 kali, maka hatinya tidak akan mati.

Menurut Sayyid Ali al-Ajhuri, barang siapa membaca kalimat 'hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'ma nashir' yang terdapat dalam doa Asyura, maka Allah SWT akan mencegah segala kejelekan yang terjadi pada orang tersebut sepanjang tahun.

Waktu Membaca Doa Asyura

Doa Asyura dapat dibaca setelah melakukan shalat Maghrib begitu memasuki Hari Asyura. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura jatuh pada tanggal 25 Juni 2026.

Sementara itu, berdasarkan ketetapan Nahdlatul Ulama (NU), tanggal 10 Muharram bertepatan dengan 26 Juni 2026. Artinya, penetapan ini sehari lebih lambat dari versi pemerintah dan Muhammadiyah.

Berhubung pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi pada wakt Maghrib, maka tanggal 10 Muharram sudah dimulai sejak malam hari sebelumnya.

Dengan demikian, waktu membaca doa Asyura versi penetapan pemerintah dan Muhammadiyah dapat dimulai sejak Rabu 24 Juni 2026 setelah memasuki Waktu Maghrib. Sementara itu, waktu membaca doa Asyura berdasarkan ketetapan NU adalah Kamis, 25 Juni 2026 setelah Maghrib.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini jadwal membaca doa Asyura di tahun 2026:

Waktu Baca Doa Asyura Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

  • 10 Muharram 1448 H: Rabu 24 Juni 2026 (setelah Maghrib)

Waktu Baca Doa Asyura Versi Nahdlatul Ulama

  • 10 Muharram 1448 H: Kamis 25 Juni 2026 (setelah Maghrib)

Nah detikers, demikianlah ulasan lengkap mengenai tata cara baca doa Asyura, lengkap dengan keutamaan dan waktu membacanya. Semoga bermanfaat!




(urw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads