Heboh di media sosial sebuah semburan air panas disertai asap muncul dari dalam tanah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Fenomena alam itu dilaporkan muncul pascagempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sigi Ahmad Yani membenarkan kemunculan semburan air panas itu di sebuah lereng gunung, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota. Dia menduga fenomena alam itu ada kaitannya dengan aktivitas gempa bumi.
"Iya, betul memang ada semburan air panas baru pascagempa itu. Cuma memang itu biasa terjadi. Dan Desa Bora memang ada permandian air panas," kata Ahmad Yani kepada BeritaKlik, Kamis (25/6/2026).
Dia menuturkan, kemunculan semburan air panas sempat menjadi perhatian warga setelah videonya beredar di media sosial. Meski begitu, kondisi di lokasi tetap aman dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah, masyarakat juga di sana tidak panik terkait semburan baru yang seperti ada di media sosial tersebut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad Yani mengatakan, lokasi munculnya semburan air panas itu masih satu desa dengan tempat wisata air panas Bora. BPBD Sigi terus memantau perkembangan kondisi di lokasi semburan air panas itu.
"Masyarakat kami imbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Sampai saat ini kondisi masih aman dan terkendali," jelasnya.
Diketahui, fenomena kemunculan semburan air panas itu terekam kamera pantauan udara yang videonya viral di media sosial. Dari video beredar, tampak semburan air panas di sebuah kubangan dan disertai keluarnya asap.
Sebagai informasi, gempa bumi tektonik M 6,7 yang mengguncang Palu terjadi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 Wita. Gempa berlokasi di darat 42 kilometer (km) tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 km dan turut dirasakan kuat di Kabupaten Sigi, Poso hingga Parigi Moutong.
Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah paling terdampak hingga tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa. Bencana alam itu juga mengakibatkan ribuan rumah warga rusak hingga puluhan warga mengalami luka-luka.
(sar/ata)
