21 DPD II Golkar Sulsel Diklaim Solid Usung Appi Meski IAS Dapat Diskresi DPP

21 DPD II Golkar Sulsel Diklaim Solid Usung Appi Meski IAS Dapat Diskresi DPP

Sahrul Alim - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 17:59 WIB
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia menyerahkan diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju di Musda Golkar Sulsel.
Foto: Ketum Golkar Bahlil Lahadalia menyerahkan diskresi kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju di Musda Golkar Sulsel. (dok. Istimewa)
Makassar -

Mayoritas DPD II Golkar percaya diri (pede) tetap mendorong Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin maju di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 21 DPD II Golkar kabupaten/kota diklaim solid mendukung Appi meski mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) diberi rekomendasi diskresi oleh Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar Bahlil Lahadalia.

"Pastinya (Appi tetap maju), tidak ada jalan lain. Pak Appi pasti maju. Karena dia sudah mengantongi persyaratan yang diminta dalam persyaratan Musda," ujar Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara kepada detikSulsel, Kamis (25/6/2026).

Dia memastikan 21 DPD II yang telah menyatakan dukungan alias loyalis Appi tetap solid hingga Musda digelar. Apalagi para DPD II ini minus Barru, Bone dan Parepare telah menerbitkan rekomendasi dukungan ke Appi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang sudah ada lari? Kan belum ada, karena sudah menyatakan sikap. Kalau ada yang keluarkan rekomendasi lagi berarti tidak sah. Itu berdasarkan Juklak 02/2025. Jadi kalau ada suara yang double, artinya mendukung dua calon itu dianggap batal suaranya, tidak berlaku," jelas Victor.

Di sisi lain, kata Victor, isi diskresi untuk IAS belum dipaparkan ke publik. Namun biasanya, kata mantan Wakil Bupati Tana Toraja ini, diskresi sekadar syarat maju sebagai calon di Musda.

ADVERTISEMENT

"Kita belum lihat apa isi diskresi itu, apakah diskresi untuk calon atau diskresi sebagai ketua DPD I. Kalau ketua DPD I berarti Musda tidak ada toh. Kita menunggu jadwal," jelasnya.

Secara tidak langsung Victor juga menyebut IAS akan kesulitan mendapat syarat dukungan minimal yakni 30 persen pemilik suara sebagai syarat maju calon ketua Golkar Sulsel. Pasalnya, kata Victor, kini tersisa 3 DPD II yang belum menyatakan sikap.

"Berarti Kak Aco (sapaan IAS) minimal cari 9 suara dukungan. Pertanyaannya siapa lagi untuk mencukupi 9 suara dukungan minimal, DPD II tinggal 3 suara. Sementara di Appi sudah 21 suara. Nah, kalau ada suara dukungan yang dobel dianggap batal," jelas Victor.

Senada dengan Victor, Ketua DPD II Golkar Gowa Ambas Syam juga memastikan tetap mendukung Appi di Musda meski IAS mengantongi diskresi. Rekomendasi untuk maju sebagai calon ketua Golkar Sulsel itu disebut sekadar restu Bahlil ke IAS maju di Musda.

"Diskresi Pak IAS itu, karena memang dalam PO (peraturan organisasi) itu kalau kader sudah pernah keluar itu mulai dari 0 lagi. Makanya Pak IAS itu tidak sampai 3 tahun, makanya harus ada diskresi supaya bisa mendaftar sebagai bakal calon," ujar Ambas.

Ambas juga mengingatkan IAS tetap butuh dukungan 30 persen pemilik suara saat akan mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Sulsel. Dukungan akan diverifikasi steering committee (SC) Musda.

"Perlu diketahui, jadi itu diskresi hanya sebagai persyaratan untuk mendaftar sebagai bakal calon, kemudian akan diverifikasi oleh SC, kalau tidak memenuhi 30 persen dukungan tidak bisa maju sebagai calon ketua," imbuhnya.

Sementara Ketua DPD Golkar Takalar Zulkarnain Arief menyatakan Appi akan bertarung di Musda Golkar Sulsel dalam kondisi apapun. Para DPD II loyalis Appi tetap pada prinsip awal dukungan diberikan karena ingin mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.

"Kami 21 DPD II tetap solid, sampai detik ini solid. Saya tidak akan pernah mundur, haram hukumnya kalau saya mundur. Intinya kita di DPD II yang telah mendukung Appi tetap solid. Tetap pada prinsip awal kita mau memperbaiki Golkar di Sulsel," jelas Zulkarnain.

"Ayo kita solid, ayo kita bangun, ayo kita perkuat, ayo kita merebut kembali kejayaan Golkar di Sulsel. Pilihannya adalah Pak Appi jadi Ketua Golkar Sulsel. Kita siap untuk bertarung dalam kondisi apapun," pungkas Zulkarnain.

Sebelumnya diberitakan, IAS menerima surat diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (24/6) malam. Surat diskresi diberikan ke IAS untuk maju sebagai calon ketua di Musda DPD I Golkar Sulsel.

"(Surat diskresi) sudah sama IAS," ujar Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin Mohamad Said kepada detikSulsel, Rabu (24/6).

Muhidin belum menjelaskan lebih jauh soal isi diskresi tersebut termasuk terkait jadwal Musda Golkar Sulsel. Dia hanya memastikan penyerahan surat diskresi untuk IAS berlangsung di DPP Golkar.

"Diserahkan jam 19.00 tadi di DPP Golkar," singkat Muhiddin.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads